"Republik juga islami. Ada Mesir, Republik Islam Pakistan, Turki, Indonesia," ujar Ma'ruf saat memberikan tausiah kebangsaan dalam Harlah PPP ke-46 di kantor DPP PPP, Jakarta, Minggu malam (6/1).
"Termasuk juga kerajaan. Ada Kerajaan Saudi Arabia. Itu juga disetujui ulama di Arab Saudi," kata Ma'ruf.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, sistem tersebut tidak bisa diterapkan di Indonesia. Ma'ruf menjelaskan bahwa para pendiri bangsa termasuk ulama di masa silam sepakat dengan sistem republik.
Ma'ruf lantas meminta kepada masyarakat agar terus menjaga Indonesia dengan sistem republik dan bentuk negara kesatuan. Tentu karena itu merupakan hasil persetujuan para ulama dan pendiri bangsa.
Dia berharap Indonesia tidak seperti Afganistan. Kata dia, negara tersebut sangat kaya dengan emas dan minyak. Namun, konflik tidak berhenti hingga kini.
"Tapi sekarang menjadi negara miskin karena konfliknya tidak berhenti. Bom meledak setiap jam. Mereka muslim semua. Mazhabnya Hanafi semua. Tetapi karena egonya, fanatik kelompoknya, mereka tidak bisa bersatu," kata Ma'ruf. (bmw/dea)