Hal itu diakuinya saat ditanya perihal pemasangan foto Rizieq pada poster atau alat peraga kampanye (APK) digitalnya.
"Saya sebagai Muslim kita butuh tokoh besar, yang bisa mempersatukan kita yang berbeda-beda ini. Adanya 212 mementum dari perkara Ahok itu kita menemukan saat itu pemersatunya beliau [Rizieq]," ujar Silvi, kepada CNNIndonesia.com, Senin (7/1)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kalau misalnya saya mengidolakan, kemudian saya mencantumkan pada atribut pribadi saya mereka marah, ya salah. Besarnya Habib Rizieq karena kita lho," ujarnya.
Alat pergaa kampanye caleg PDIP yang memasang foto Imam Besar FPI Rizieq Shihab. (Dok. Istimewa) |
"Tidak ada [kepentingan elektoral]. Silvi itu sudah tiga kali nyalon," ujarnya mengklaim.
Silvi pun menegaskan Kota Cilegon juga bukan semata basis Prabowo meski pada Pilpres 2014 Joko Widodo yang diusung PDIP kalah di dapil tersebut.
Lebih lanjut, Silvi merasa tidak memiliki masalah dengan Rizieq dan pendukungnya, termasuk massa aksi 212. Ia juga mengklaim tindakan relawannya mempublikasikan APK digital ke Facebook karena menilai dirinya mengidolakan Rizieq.
"Jadi ya sah-sah saja, tidak ada tendensi atau bagaimana merugikan mereka para FPI yang punya imam besar atau keluar dari garis partai. Saya hanya ingin bersama tidak ada perbedaan," ujar Silvi.
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi |
Terlebih, ia mengaku teguran keras dikeluarkan karena adanya tindakan intimidasi yang dilakukan oleh oknum FPI terhadap dirinya.
"DPP khawatirnya saya terpancing jadi kesannya ribut PDIP dengan Habib Rizieq itu saja," ujarnya.
Terkait teguran itu, Silvi mengaku telah menyampaikan kepada pengurus untuk secara pribadi menyelesaikan masalah tersebut.
Lebih dari itu, ia mengaku tidak akan lagi menggunakan foto Rizieq untuk kepentingan politik.
Sebelumnya, sejumlah massa FPI disebut menuntutnya untuk menghapus foto Rizieq dari APK milik Silvi. Pihak FPI sendiri belum memberikan konfirmasinya atas kasus ini.
(jps/arh)
Alat pergaa kampanye caleg PDIP yang memasang foto Imam Besar FPI Rizieq Shihab. (Dok. Istimewa)
Foto: CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi