Arya Sinulingga Ajak Debat Andi Arief Soal Hoaks Surat Suara

CNN Indonesia | Selasa, 08/01/2019 02:12 WIB
Arya Sinulingga Ajak Debat Andi Arief Soal Hoaks Surat Suara uru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin Arya Sinulingga tantang politisi Partai Andi Arief debat untuk membuktikan kebenaran soal surat suara tercoblos. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin Arya Sinulingga mengajak Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief debat terbuka dengan beradu data soal kabar tujuh kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos untuk calon pasangan nomor urut 01.

Tantangan debat ia sampaikan untuk merespon dirinya yang resmi dilaporkan ke pihak kepolisian oleh Andi Arief terkait dugaan pencemaran nama baik pada Senin (7/1) malam.

"Saya minta Andi Arief untuk debat terbuka yuk di publik. Ayo adu data apakah omongannya hoaks atau apakah omongan saya salah, ayo debat. saya ajak debat terbuka," kata Arya saat ditemui di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Senin (7/1).


Politisi Partai Perindo itu mengaku menghormati langkah Andi yang melaporkannya ke pihak kepolisian. Meski begitu, Arya menyarankan agar Andi mau berdebat secara intelektual soal pernyataannya tersebut di depan publik.


Ia berencana bakal membuktikan bahwa pernyataan Andi soal suara tercoblos adalah kabar bohong. "Saya akan buktikan omonganya hoaks tapi ngapain dibuktikan, udah terbukti kok," kata dia.

Lebih lanjut, Arya lantas menyinggung bisa melaporkan balik Andi terkait ucapannya di media sosial Twitter resmi @AndiArief__ yang berencana akan menggeruduk rumah dirinya.

"Maksud saya itu bisa membuat kalau saya bilang saya tidak nyaman, rasa terancam itu bisa juga tapi enggaklah, saya nunggu aja, teman saya itu," kata dia.

Selain itu, Arya turut meminta agar Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono untuk menertibkan perilaku Andi Arief yang dikhawatirkan berpotensi menurunkan citra Demokrat dan SBY di Pemilu 2019. Ia meyakini bahwa SBY sendiri lebih suka iklim politik yang damai ketimbang berbuat gaduh seperti yang dilakukan Andi saat ini.


"Sejak awal saya minta tolong pak SBY tertibkan pasukannya, ingat jangan bikin rusuh. pak SBY itu bukan tipe bikin kerusuhan, tipenya itu tipe suka bikin kedamaian," ungkapnya.

Sebelumnya, Kuasa hukum Andi Arief yakni Irwin Idrus beserta tiga kuasa hukum lainnya, mendatangi Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Senin (7/1), untuk melaporkan lima orang dari kubu pendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap kliennya.

Lima orang yang dilaporkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat itu yakni Kepala Kantor Staf Presiden RI Ali Mochtar Ngabalin, Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin Arya Sinulingga, Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristianto, dan Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf Amin Ade Irfan Pulungan.

"Jadi, ada lima pihak terlapor yang sudah dilaporkan balik atas dugaan tindak pidana pencemaran dan penyebaran berita elektronik," ujar Idris di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin malam (7/1).

(rzr/agt)