Pengusaha Akui Eni Saragih Minta Bantuan Uang untuk Pilkada

CNN Indonesia | Selasa, 08/01/2019 21:37 WIB
Pengusaha Akui Eni Saragih Minta Bantuan Uang untuk Pilkada Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Saragih menjadi pesakitan pengadilan tipikor dalam kasus PLTU Riau-1. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Direktur PT Isargas, Iswan Ibrahim mengakui mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih meminta uang kepada dirinya untuk keperluan pemenangan suaminya, Muhammad Al Khadziq, dalam Pilkada Temanggung 2018.

Hal ini ia sampaikan saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan tipikor proyek PLTU Riau-1, Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (8/1).

Ia juga mengakui awalnya tak menganggap Eni serius dalam menyampaikan permintaan itu. Namun selang beberapa waktu, Eni kembali menghubungi Iswan untuk menanyakan permintaan bantuan tersebut.


Iswan pun menyanggupi permintaan tersebut, dan meminta orang suruhan Eni yang bernama Indra untuk berkomunikasi serta menemui staf keuangan Iswan.

Iswan mengatakan sepakat memberikan uang sejumlah Rp200 juta kepada Eni dan ditransfer ke rekening Indra. Dalam penentuan jumlah uang bantuan tersebut, Iswan mengaku hal itu ia tentukan sendiri tanpa ada permintaan spesifik dari Eni.

"Iya Rp200 juta waktu itu," ujar Iswan menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang tersebut.

Selain bantuan Rp200 juta tersebut, Iswan mengatakan sempat memberikan bantuan sejumlah Rp50 juta kepada Eni untuk acara syukuran kala suami Eni terpilih sebagai bupati Temanggung.

Ia mengaku Eni kembali menghubungi dirinya saat suaminya memenangkan Pilkada. Ia pun setuju dan mentransfer uang dengan jumlah tersebut atas kemauannya.

Iswan membantah bantuan itu diberikan terkait kedudukan Eni sebagai anggota DPR RI yang mengurusi bidang energi.

"Karena hubungan baik saja selama kerja sama dengan beliau hubungan kita baik. Karena beliau butuh bantuan otomatis saya berikan," jelasnya.

Sebelumnya, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, Johannes B Kotjo mengatakan uang sejumlah Rp4,75 miliar yang dia berikan kepada Eni untuk kepentingan Musyawarah Nasional Partai Golkar dan kepentingan Pilkada Temanggung 2018. Ia mengaku hal tersebut tidak ada hubungannya dengan proyek PLTU Riau-1.

Pada pernyataan sebelumnya, Kotjo mengaku memiliki keinginan menggarap proyek PLTU Riau-1. Hal itu yang membuat dia meminta bantuan Eni untuk memfasilitasi pertemuan dengan Direktur PT PLN Sofyan Basir agar bisa mengerjakan proyek senilai US$900 juta itu.

Sementara terkait kepentingan Pilkada Temanggung 2018, Eni menggunakan uang itu untuk pemenangan suaminya Muhammad Al Khadziq. Eni sendiri telah mengembalikan uang yang diterima dari Kotjo kepada penyidik KPK. (ani/kid)