Jokowi Lantik Doni Monardo Jadi Kepala BNPB Hari Ini

CNN Indonesia | Rabu, 09/01/2019 06:24 WIB
Jokowi Lantik Doni Monardo Jadi Kepala BNPB Hari Ini Doni Monardo saat menjadi Danjen Kopassus. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan melantik Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/1).

Kabar pelantikan ini diketahui sejak semalam ketika Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengirim foto undangan pelantikan dalam sebuah grup WhatsApp.


Berdasarkan infromasi yang dihimpun CNNIndonesia, Jokowi tetap melantik Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Letnan Jenderal Doni Monardo menjadi kepala BNPB.


Pelantikan Doni tertunda sepekan setelah Jokowi mendadak bertolak ke Lampung meninjau korban tsunami Selat Sunda. Jenderal bintang tiga itu akan menggantikan Willem Rampangilei.

Doni tak membantah kabar pelantikannya. Mantan Pangdam Siliwangi itu hanya menjawab, "Insyaallah," melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (8/1) malam, saat dikonfirmasi mengenai rencana pelantikan dirinya pagi ini.

Rencana pelantikan kepala BNPB memunculkan teka-teki ketika Jokowi menundanya pada pekan lalu. Penundaan pelantikan Doni juga menunggu revisi Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2018 tentang BNPB.


Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut ada beberapa perubahan dalam aturan tersebut, di antaranya BNPB akan berada di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

BNPB sebelumnya dikoordinasikan oleh 
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, saat ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

"Mungkin satu kendali, kedua jenis pekerjaan. Kalau emergency ditangani Menko Polhukam. Kalau sudah rehabilitasi oleh Menko PMK, di situ yang paling mendasar," kata Moeldoko, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/1).

Moeldoko menyebut dengan berpindahnya koordinasi ke Menko Polhukam, kepala BNPB yang berasal dari lingkungan militer tak masalah bila masih aktif.

"Kenapa aktif? Karena biasanya kebencanaan itu segera action dari tentara, kepolisian. Maka kalau aktif mudah mengkonsolidasikan," ujarnya.

Doni saat ini masih aktif berdinas dengan pangkat bintang tiga di pundak. Doni pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus dan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden.


Doni baru sekitar 10 bulan menjabat sebagai Sekjen Dewan Ketahanan Nasional. Lulusan Akmil 1985 ini berpengalaman dalam bidang infanteri. (fra/dea)