Kabar pelantikan ini diketahui sejak semalam ketika Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengirim foto undangan pelantikan dalam sebuah grup WhatsApp.
Berdasarkan infromasi yang dihimpun CNNIndonesia, Jokowi tetap melantik Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Letnan Jenderal Doni Monardo menjadi kepala BNPB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Doni tak membantah kabar pelantikannya. Mantan Pangdam Siliwangi itu hanya menjawab, "Insyaallah," melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Selasa (8/1) malam, saat dikonfirmasi mengenai rencana pelantikan dirinya pagi ini.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut ada beberapa perubahan dalam aturan tersebut, di antaranya BNPB akan berada di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
BNPB sebelumnya dikoordinasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, saat ini Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
"Mungkin satu kendali, kedua jenis pekerjaan. Kalau emergency ditangani Menko Polhukam. Kalau sudah rehabilitasi oleh Menko PMK, di situ yang paling mendasar," kata Moeldoko, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (7/1).
Moeldoko menyebut dengan berpindahnya koordinasi ke Menko Polhukam, kepala BNPB yang berasal dari lingkungan militer tak masalah bila masih aktif.
"Kenapa aktif? Karena biasanya kebencanaan itu segera action dari tentara, kepolisian. Maka kalau aktif mudah mengkonsolidasikan," ujarnya.
Doni saat ini masih aktif berdinas dengan pangkat bintang tiga di pundak. Doni pernah menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus dan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden.
Lihat juga:Polemik Wacana Doni Monardo Jadi Kepala BNPB |
Doni baru sekitar 10 bulan menjabat sebagai Sekjen Dewan Ketahanan Nasional. Lulusan Akmil 1985 ini berpengalaman dalam bidang infanteri. (fra/dea)