Jokowi: Banyak Pekerjaan Besar Menanti Letjen Doni di BNPB

fra, CNN Indonesia | Rabu, 09/01/2019 14:05 WIB
Jokowi: Banyak Pekerjaan Besar Menanti Letjen Doni di BNPB Presiden Jokowi memberikan selamat kepada Letjen Doni Monardo usai dilantik sebagai Kepala BNPB, Rabu (9/1). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menyatakan banyak pekerjaan besar menanti Letnan Jenderal (Letjen) Doni Monardo usai resmi menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Doni menjabat Kepala BNPB menggantikan Laksamana Muda (Purn) Willem Rampangilei.

Jokowi menyebut sejumlah pekerjaan besar yang menanti Doni di antaranya rekonstruksi dan rehabilitasi akibat gempa serta tsunami di Lombok dan Palu. Selain itu, penanganan bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi di Lampung dan Banten.

‎"Saya kira ini masih dalam rangka rekonstruksi, rehabilitasi di Lombok dan Palu. Kemudian masih ada lagi pekerjaan besar di Lampung dan Banten. Masih banyak lagi pekerjaan besar Pak Doni," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (9/1).


Jokowi mengatakan perlu manajemen dan kepemimpinan yang kuat di tubuh BNPB. Calon presiden nomor 01 itu menyatakan bahwa Doni, yang pernah menjadi Pangdam Siliwangi, sosok tepat memimpin BNPB.

"Itu yang saya sampaikan membutuhkan manajemen yang kuat, lapangan yang kuat," ujarnya.

Sementara itu, Doni mengucapkan terima kasih kepada Jokowi yang telah memberikan kepercayaan menjabat kepala BNPB. Jenderal bintang tiga itu menyatakan bakal mengumpulkan seluruh jajarannya di BNPB sebelum turun ke bawah.

"Selanjutnya saya akan melakukan beberapa langkah untuk turun ke lapangan," kata Doni usai dilantik Jokowi.

Doni mengatakan pihaknya untuk saat ini akan fokus menyelesaikan perbaikan di sejumlah daerah yang mengalami bencana seperti Lombok, Kota Palu, Kabupaten Donggala, Banten, serta Lampung Selatan.

Selain melakukan rekonstruksi wilayah yang terdampak bencana, kata Doni, pihaknya akan menyusun mitigasi bencana diperluas sampai ke tingkat desa hingga rukun warga (RW).

"Sehingga nanti semua kawasan yang memiliki potensi bencana sudah mempersiapkan diri," ujarnya.

(fra/wis)