Bobot Latihan Debat Prabowo Lebih Banyak Ketimbang Sandiaga

CNN Indonesia | Rabu, 09/01/2019 17:40 WIB
Bobot Latihan Debat Prabowo Lebih Banyak Ketimbang Sandiaga Sandiaga Uno mengakui tak ada latihan maupun persiapan yang khusus menjelang debat capres-cawapres. (CNN Indonesia/Farid Miftah Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan bahwa dirinya tidak akan terlalu banyak latihan menghadapi persiapan debat perdana pilpres pada 17 April mendatang. Sandi mengatakan, porsi latihan akan lebih banyak untuk capresnya, Prabowo Subianto.

"Nanti pembobotannya mungkin 2/3 ke Pak Prabowo, 1/3 ke saya," kata Sandi di kantor Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta, Rabu (9/1).

Alasannya, Sandi mengatakan itu dilakukan karena masyarakat lebih ingin mendengar pemaparan dari Prabowo selaku capres. Hal-hal yang akan didalami jelang debat, kata dia, tentu berkaitan dengan tema yang diusung KPU, yakni hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.



Persiapan menghadapi debat, kata Sandi, mulai dilakukan sore ini hingga beberapa hari ke depan. Sandi mengklaim pihaknya tidak menggelar latihan yang bersifat khusus untuk menghadapi debat. Menurutnya, persiapan hanya dilakukan seperti biasanya sebelum menghadapi debat.

Sandi Sebut Latihan Debat akan Lebih Banyak untuk PrabowoPrabowo Subianto akan mendapat porsi lebih banyak untuk persiapan debat nanti. 


"Kami mengalir saja apa adanya. Kami kebetulan juga sangat terbiasa dengan pola berargumen, adu gagasan," kata Sandi.



Selain itu, Sandi mengatakan pihaknya juga tidak menyiapkan kejutan dalam debat perdana mendatang. Dia menilai masyarakat memang tidak suka dengan kejutan atau surprise. Apalagi kejutan yang bertujuan untuk menjatuhkan lawan.

Menurutnya, masyarakat justru ingin pemaparan yang mendalam dan rinci tentang apa yang akan dilakukan jika memenangkan pilpres. Sandi juga berharap debat nanti diisi dengan masalah yang benar-benar dirasakan masyarakat. Dengan begitu, solusi yang ditawarkan pun sesuai dengan kehendak masyarakat.


"Diskusi kita harusnya otentik, relevan, dan mampu menghadirkan solusi. itu harapan kami," kata Sandi.

Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghelat debat kandidat perdana Pilpres 2019 pada 17 April mendatang dengan tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. (bmw/ain)