Wadah Pegawai KPK: Teror Tak Akan Menciutkan Nyali Kami

CNN Indonesia | Rabu, 09/01/2019 19:52 WIB
Wadah Pegawai KPK: Teror Tak Akan Menciutkan Nyali Kami Wadah Pegawai KPK memastikan perang terhadap koruptor akan berlanjut, apapun risiko terornya. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap menyatakan ada upaya melemahkan pemberantasan korupsi terhadap pegawai KPK melalui aksi teror yang ditujukan ke Pimpinan KPK hari ini. Menurut Yudi, upaya menimbulkan rasa takut itu agar seluruh pegawai KPK menghentikan penangkapan koruptor dan menciptakan Indonesia yang bersih dari korupsi.

"Ada upaya pelemahan pemberantasan korupsi melalui intimidasi terhadap pegawai maupun pimpinan KPK terus terjadi tanpa bisa dicegah," ujar Yudi melalui rilis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (9/1).

Selain itu dia menegaskan, aksi teror yang dialami oleh Pimpinan KPK hari ini tak menciutkan nyali seluruh jajaran KPK untuk memberantas habis korupsi di Indonesia.



"Teror-teror kepada pimpinan KPK dan pegawai KPK tidak akan pernah menciutkan nyali kami dalam memberantas korupsi di negeri ini, justru makin memperteguh semangat kami bahwa korupsi harus dibasmi apapun risikonya," kata dia.

Yudi dan jajarannya meminta Presiden Joko Widodo untuk membongkar berbagai upaya pelemahan KPK melalui teror yang dialamatkan kepada Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakilnya Laode M Syarif hari ini termasuk kasus penyerangan terhadap penyidik KPK yakni Novel Baswedan.


Lebih lanjut, ia meminta kepada aparat kepolisian untuk segera menemukan pelaku teror di kediaman Pimpinan KPK. "Aparat kepolisian yang saat ini sedang melakukan olah TKP dapat segera melacak dan menemukan pelakunya," tutup Yudi.

Wadah Pegawai KPK: Teror Tak Akan Menciutkan Nyali KamiTeror bom di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo. (Detikcom/Isal Mawardi)

Aksi teror terhadap kediaman Pimpinan KPK terjadi hari ini (9/1) yaitu di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakilnya Laode M Syarif. Polisi menemukan bom pipa palsu di rumah Agus di kawasan Perumahan Graha Indah, Bekasi. Sedangkan botol berisi spiritus dan sumbu api di rumah Laode di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Pihak kepolisian juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta meningkatkan patroli keamanan di kawasan rumah Komisioner KPK lainnya.


Aksi teror yang dialami Pimpinan KPK bukan sekali ini saja, pada 11 April 2017 silam, salah satu penyidik KPK yakni Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal seusai melaksanakan sholat subuh di masjid dekat rumahnya. Novel mengalami kerusakan parah di matanya akibat serangan itu. Ia pun sempat menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Singapura.

Perkembangan kasus penyerangan Novel Baswedan sampai saat ini belum menemui titik terang, yang telah dilakukan polisi yaitu mempublikasikan sketsa wajah terduga pelaku namun belum terungkap sampai saat ini. (din/ain)