Walau Pimpinan Diteror, KPK Tetap Kerja Seperti Biasa

CNN Indonesia | Kamis, 10/01/2019 05:07 WIB
Walau Pimpinan Diteror, KPK Tetap Kerja Seperti Biasa Bom di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan KPK mendapatkan banyak dukungan dari masyarakat untuk tetap bekerja seperti biasa walaupun baru saja menerima serangan teror. Pernyataan tersebut ia sampaikan merespons teror yang menimpa dua pimpinan KPK; Agus Rahardjo dan Laode M Syarif hari ini (9/1).

"Kami menerima beberapa dukungan dari masyarakat dari berbagai saluran langsung maupun tidak langsung agar KPK tetap bekerja seperti biasa," ujar Febri di gedung KPK, Jakarta, Rabu (9/1).

Lebih lanjut, kata Febri, walau menerima teror, KPK hari ini masih melakukan penindakan dan pencegahan untuk berbagai kasus korupsi yang sedang ditangani. Selain itu, ia juga menyinggung proses mitigasi risiko jika dibutuhkan untuk menguatkan aspek keamanan.


"Untuk mitigasi risiko, prosesnya terus berjalan. Ketika ada peristiwa, KPK akan melakukan proses mitigasi risiko tersebut misal akan melakukan penguatan-penguatan aspek keamanan," ujarnya.


Ditanya apakah penyerangan aksi teror terhadap Agus dan Laode terkait kasus yang sedang ditangani KPK, Febri belum mau berspekulasi lebih jauh. "Belum ada karena fakta-faktanya perlu ditemukan dulu oleh tim dari Polri, baru kemudian dari fakta-fakta itu dilihat apakah keterkaitannya, motifnya dan lain-lain," kata Febri.

Hari ini lapisan masyarakat digegerkan dengan aksi teror yang dialamatkan kepada dua pimpinan KPK. Ditemukan bom pipa palsu di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di kawasan Perumahan Graha Indah, Bekasi.

Sedangkan di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif ditemukan botol berisi spiritus dan sumbu api yang sempat meledak dan menyisakan bekas hitam di dinding rumahnya. Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di kediaman Agus dan Laode.

Selain itu, Polisi juga sudah membentuk tim dengan Detasemen Khusus 88 Antiteror bekerjasama dengan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya demi mengungkap kasus tersebut.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, dua Komisioner KPK itu akan diperiksa sebagai korban. "Tentunya [diperiksa] sebagai korban. Secepatnya," kata Argo, Rabu (9/1).

(dni/agt)