Polisi Sudah Periksa Laode Soal Teror Bom di Rumahnya

CNN Indonesia | Rabu, 09/01/2019 20:52 WIB
Polisi Sudah Periksa Laode Soal Teror Bom di Rumahnya Kediaman pribadi Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mendapatkan teror dua bom molotov. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polisi sudah memeriksa pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Syarif yang rumahnya jadi sasaran teror bom molotov.

"Pak Laode kita periksa juga hari ini. Itu saja sementara," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Rabu (9/1).

Argo juga tidak menampik ada enam saksi yang sudah diperiksa atas teror bom di kediaman pimpinan KPK tersebut. Para saksi yang diperiksa, kata Argo, adalah saksi yang memang tahu dengan kejadian tersebut.


"Yang melihat, yang mendengar dan yang mengetahui, termasuk tetangga kalau mengetahui kita periksa," jelas dia.

Dari pemeriksaan awal, polisi belum bisa mengerucutkan sosok pelaku dan motif pelaku melakukan teror. Yang pasti, kata Argo polisi masih menyelidiki kasus ini dengan sejumlah barang bukti yang diambil dari lokasi kejadian.

"CCTV (rekaman kamera pengawas) sudah diamanin dan kita evaluasi. Kita tunggu labfor hasil identifikasinya," tutur Argo.

Polisi Sudah Periksa Laode Soal Teror Bom di RumahnyaArgo Yuwono. (CNN Indonesia)
Kasus teror yang diduga bom ini terjadi di rumah Laode pada Rabu (9/1) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Ada dua botol diduga bom molotov yang ditemukan di rumah Laode. Satu dari botol itu utuh dan satu lagi pecah serta terbakar sehingga membuat hangus sebagian kecil tembok rumah Laode.

Dari dua CCTV--satu milik Laode dan milik tetangga yang tersorot ke depan rumahnya--terekam dua orang berboncengan yang melemparkan dua botol tersebut ke rumah Laode.

Pria Tak Dikenal Tanya Rumah Laode

Sementara itu, dikutip dari Antara, salah satu tetangga Laode mengaku ada pria tak dikenal sempat menanyakan rumah pimpinan KPK itu sebelum insiden pelemparan bom molotov.

Tetangga Laode, Arum yang sehari-hari berjualan barang kelontong, mengaku sosok pria dengan ciri-ciri kulit putih dan berpostur tegap sempat menanyakan kediaman petinggi KPK itu sekitar sebulan yang lalu.

Ia mengatakan sosok yang bertanya pada dirinya memiliki ciri-ciri berkulit putih, namun wajahnya terlihat tak begitu jelas. Saat itu, kata Arum, pria tersebut menggunakan topi.

"Tidak saya kasih tahu. Waktu ditanya, saya hanya bilang, 'iya rumahnya orang KPK'. Tapi kalau namanya, saya bilang ke dia kurang tahu siapa," kata Arum.

Polisi Sudah Periksa Laode Soal Teror Bom di RumahnyaBagian dinding di belakang rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif yang hangus akibat lemparan bom molotov. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Arum menjelaskan pada saat yang bersamaan ajudan Laode datang ke tokonya.

"Dia (pria itu) langsung kabur saat pengawalnya bapak (Laode) datang (ke warung) beli rokok," kata Arum.

Ia pun langsung menjelaskan ke ajudan Laode, ada seorang pria yang menanyakan rumah wakil ketua KPK itu. Sehari setelahnya, Arum mengaku dirinya didatangi polisi yang menanyakan ciri-ciri dari pria tersebut.

Selain rumah Laode, teror bom pun terjadi di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo yang berada di kawasan Jatiasih, Kota Bekasi pada malam yang sama. Namun, setelah diperiksa polisi benda mencurigakan itu ternyata hanya teror bom palsu.

(ctr/kid)