Mantan Kepala BNPB Berharap Politeknik Bencana Jalan 2019 Ini

CNN Indonesia | Kamis, 10/01/2019 03:01 WIB
Mantan Kepala BNPB Berharap Politeknik Bencana Jalan 2019 Ini Ilustrasi. (CNN Indonesia/Harvey Darian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Laksamana Muda (Purn) Willem Rampangilei mengatakan pihaknya berharap pendidikan di Politeknik Penanggulangan Bencana bisa dimulai tahun ini.

Harapan ia sampaikan karena politeknik tersebut penting. Keberadaan politeknik bisa memperbaiki kualitas sumber daya penanggulangan bencana. Oleh karena itu, penyediaan pendidikan berbasis ilmu penanggulangan bencana, kata Willem, harus lebih diperhatikan.

Ia pun mengatakan BNPB telah bekerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB) agar politeknik tersebut bisa segera diwujudkan.


"Sejak tahun 2017 sudah menyiapkan untuk mendirikan politeknik penanggulangan bencana yang harapannya bisa dimulai pada tahun 2019," ujarnya di gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (9/1).


Willem menjelaskan, belajar dari berbagai bencana yang terjadi selama 2018, BNPB akan berupaya mengurangi risiko bencana. Hal ini dinyatakan dalam upaya melakukan mitigasi struktural dan non-struktural.

Untuk upaya pendirian politeknik tersebut, kata Willem, merupakan bagian dari mitigasi non-struktural bersama dengan upaya pembangunan infrastruktur, forestasi, membenahi atau menormalisasi sungai, dan lain-lain.

Bentuk sekolah tinggi tersebut nantinya berupa boarding school. Nantinya sekolah akan bertempat di Pusdiklat BNPB di Sentul, Bogor. Sekolah akan memulai tahun ajarannya untuk periode 2019-2020.

Selain itu, kata Willem, pendidikan politeknik tersebut akan melengkapi kapasitas sumber daya manusia yang ada di BNPB dan BPBD dalam menghadapi potensi bencana di Indonesia.


"Kita tau petugas-petugas BNPB, BPBD itu kan multi disiplin ilmu. Dengan latar belakang pendidikan beda-beda. Kita Indonesia negara yang rawan bencana belum punya pendidikan semacam itu," kata Willem.

Willem mengatakan nantinya pendidikan tersebut akan dibuat dalam bentuk pendidikan formal dan akan memberikan ijazah D4 kepada lulusannya. Ia pun turut menjanjikan nantinya lulusan politeknik penanggulangan bencana bisa menjadi tenaga handal dalam upaya pengurangan risiko bencana.

"Lulusan dari politeknik penanggulangan bencana ini menjadi siap pakai,siap guna," imbuhnya.

Ia pun juga berpesan kepada kepala BNPB yang baru Letnan Jenderal Doni Monardo untuk bisa memperkuat upaya pengurangan risiko bencana. Dengan upaya mitigasi struktural dan non struktural Willem berharap BNPB bisa lebih mampu melakukan tanggap darurat secara cepat dan masif saat terjadi bencana.

Dan saat pasca bencana langkah pembangunan kembali bisa dilakukan lebih mudah.
"Jadi pesan saya itu, yang paling penting itu kita harus lebih banyak investasi sebelum terjadi bencana," ujarnya.

(ani/agt)