Paparkan Visi Mandiri, Jokowi Pamer Capaian dan Eksekusi

Antara, CNN Indonesia | Senin, 14/01/2019 05:45 WIB
Paparkan Visi Mandiri, Jokowi Pamer Capaian dan Eksekusi Petahana di Pilpres 2019 Jokowi memaparkan secara mandiri visinya. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo alias Jokowi memaparkan visinya sebagai calon presiden nomor urut 01 pada Pilpres 2019 yang disiarkan oleh sejumlah stasiun televisi swasta, Minggu (13/1) malam.

Janji-janji pembangunan yang menjangkau lebih banyak kalangan serta pencapaian-pencapaian periode pertama pemerintahannya pun tercetus. Ia juga menyoroti soal kemauan politik untuk mengeksekusi pembangunan.

"Kalau bisa putuskan di lapangan karena kondisinya harus diputuskan cepat, ini putusan politik yang kadang-kadang harus tegas, nabrak dan menyelesaikan itu di lapangan," kata Jokowi, dalam acara bertajuk 'Visi Jokowi', dikutip dari Antara.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menjawab pertanyaan salah satu penonton mengenai alasan lambatnya pembangunan jalan tol pada masa lalu.

Jokowi mengatakan banyak hal di lapangan yang sebenarnya masalah sederhana. Namun, ketiadaan keputusan membuat proyek tersebut berhenti. Contohnya, proyek Tol Bocimi (Bogor Ciawi Sukabumi).

"Sudah 26 tahun tidak ada progress kemudian sejak 2017 kita kerjakan alhamdulilah sudah 15 kilometer dan kita harapkan lanjut sampai ke Sukabumi dan setelat-telatnya selesai 2020," tambah Presiden.

Presiden Joko Widodo saat meninjau perkembangan pembuatan jalan tol Bocimi, beberapa waktu lalu.Presiden Joko Widodo saat meninjau perkembangan pembuatan jalan tol Bocimi, beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Memang, menurut capres petahana ini, banyak masalah di lapangan yang menghambat proyek. Di sinilah, katanya, pentingnya turun ke lapangan, tak duduk hanya menerima laporan.

"Di laporan mungkin semua beres-beres saja tapi progress tidak kelihatan, dan memang yang banyak problem itu; soal pembebasan tanah. Jadi kenapa saya sering turun langsung ke lapangan, lihat langsung proyek yang ada. Supaya kita tahu problemnya apa," jelas mantan Wali Kota Solo ini.

Tak ketinggalan, ia memaparkan kesuksesannya mengeksekusi sejumlah proyek infrastruktur lainnya dan rencana penyelesaiannya jika kembali terpilih sebagai presiden.

Misalnya, tol Trans-Jawa dari Merak-Banyuwangi yang ditargetkan rampung 2020; jalan Trans Sumatera, mulai dari Bakauheni, Palembang, hingga Aceh, yang direncanakan rampung pada 2024.

"Saya bersyukur kita bangun infastruktur secara merata di seluruh tanah air, baik di wilayah Barat, Tengah, Timur. Kita harap ini menjadi lompatan besar bagi kita untuk maju ke depan lebih baik, dan sekali lagi kita akan lanjutkan pembanguan SDM secara besar-besaran dan ini juga fondasi, prasyarat bagi negara untuk maju, bersaing berkompetisi dengan negara-negara lain," tuturnya.

Dua seteru di PIlpres 2019, Prabowo Subianto dan Joko Widodo.Dua seteru di PIlpres 2019, Prabowo Subianto dan Joko Widodo. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Rumah Milenial

Jokowi juga menjanjikan fasilitas kredit perumahan agar generasi milenial dapat memiliki rumah sendiri. Kemudahan ada pada fasilitas uang muka (DP) dan fasilitas bunganya.

"Pembangunan perumahan, kurang lebih 13 juta rumah, terutama untuk anak-anak muda milenial banyak yang belum memiliki rumah," kata dia.

"Karena [perumahan] itu disubsidi APBN sehingga lebih memudahkan keluarga-keluarga muda untuk mendapat perumahan," tambahnya.

Di samping itu, Jokowi juga bicara soal penyelesaian 789 kilometer jalan tol, serta target pada 2019 yang mencapai 1.852 kilometer; pembangunan 10 bandara baru; penyelesaian 10 pelabuhan sedang dan kecil; pembangunan jalan-jalan di perbatasan; serta penyelesaian delapan bendungan yang sudah selesai dari target 38 bendungan

Sebelumnya, penyampaian visi dan misi pasangan capres-cawapres di Pilrpes 2019 sedianya akan digelar KPU beberapa hari sebelum debat perdana para kandidat.

Namun, polemik terjadi karena perbedaan pandangan antara dua kubu. Kubu Jokowi-Ma'ruf Amin menilai penyampaian visi-misi bisa diwakilkan oleh tim sukses. Sementara, kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berkukuh agar visi-misi disampaikan langsung oleh kandidat.

Lantaran tak menemukan titik temu, KPU, yang disetujui kedua kubu dalam rapat bersama, membatalkan agenda itu dan menyerahkan penyampaian visi-misi itu ke masing-masing kubu.




(arh)