Polisi Kesulitan Cek Sidik Jari Molotov di Rumah Pimpinan KPK

CNN Indonesia | Selasa, 15/01/2019 06:00 WIB
Polisi kesulitan mengidentifikasi sidik jari terduga pelaku pelempar bom molotov yang dilempar ke rumah Laode M Syarif. Rumah Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif Dilempari Bom Molotov. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya menemukan kesulitan dalam mengidentifikasi sidik jari terduga pelaku pelempar bom molotov yang dilempar ke rumah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif.

Menurutnya, tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polri tengah berupaya untuk memunculkan sidik jari terduga pelaku saat ini.

"Ada beberapa kendala yang ditemui karena kejadiannya sudah terlalu banyak dari sekitar yang pegang itu. Kemudian, karena dari api disiram air, sehingga untuk memunculkan sidik jari itu butuh teknik INAFIS untuk cari sidik jari itu," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/1).


Selain itu, dia berkata, pihaknya juga tengah melakukan langkah lain untuk mengetahui terduga pelaku pelemparan bom molotov ke rumah Laode, yakni dengan menganalisis rekaman kamera tersembunyi (CCTV).
Sedangkan terkait insiden pengiriman bom berbentuk pipa yang palsu ke rumah Ketua KPK Agus Rahardjo, Dedi menyampaikan, pihaknya masih mengupayakan pembuatan sketsa wajah berdasarkan keterangan saksi.

Menurutnya, proses pembuatan sketsa wajah membutuhkan kesabaran karena harus menggabungkan keterangan dari sejumlah saksi.

"Kemudian, yang untuk sketsa wajah, itu tidak bisa sekali atau dua kali atau tiga kali," tuturnya.

Rumah Laode dan Agus diteror bom pada Rabu (9/1). Rumah Laode di Jalan Kalibata Selatan No 42C, Pancoran, Jakarta Selatan dilempar dua bom molotov, sementara kediaman Agus yang berlokasi di Perumahan Graha Indah, Blok A9/15 RT 004/014, Kelurahan Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat diteror bom berbentuk pipa,

Polisi pun telah memastikan bom yang ditemukan di kediaman Agus, palsu. Sementara satu dari dua bom molotov yang dilempar ke kediaman Laode terbakar dan menyisakan bekas hitam pekat di salah satu sisi dinding rumah.
(ugo/ugo)