Menurutnya, tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polri tengah berupaya untuk memunculkan sidik jari terduga pelaku saat ini.
"Ada beberapa kendala yang ditemui karena kejadiannya sudah terlalu banyak dari sekitar yang pegang itu. Kemudian, karena dari api disiram air, sehingga untuk memunculkan sidik jari itu butuh teknik INAFIS untuk cari sidik jari itu," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, proses pembuatan sketsa wajah membutuhkan kesabaran karena harus menggabungkan keterangan dari sejumlah saksi.
Rumah Laode dan Agus diteror bom pada Rabu (9/1). Rumah Laode di Jalan Kalibata Selatan No 42C, Pancoran, Jakarta Selatan dilempar dua bom molotov, sementara kediaman Agus yang berlokasi di Perumahan Graha Indah, Blok A9/15 RT 004/014, Kelurahan Jatimekar, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat diteror bom berbentuk pipa,
Polisi pun telah memastikan bom yang ditemukan di kediaman Agus, palsu. Sementara satu dari dua bom molotov yang dilempar ke kediaman Laode terbakar dan menyisakan bekas hitam pekat di salah satu sisi dinding rumah.