"(Bahas Perda 12) Iya. Membahas tugas-tugas bupati," kata Aher saat ditemui di kawasan JCC, Jakarta, Senin (14/1) malam.
Namun menurut Aher, bukan hal luar biasa jika Neneng menyebut pernah melakukan pertemuan dengan dia saat keduanya berada di Moskow, Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam persidangan pada Senin (14/1), Neneng mengatakan Tjahjo meminta tolong kepada dirinya untuk membantu pengurusan perizinan Meikarta.
Dalam rapat pembahasan izin pemanfaatan penggunaan tanah (IPPT), Deddy meminta agar perizinan pembangunan seluas 84,6 hektare ditunda terlebih dulu karena perluasan proyek itu membutuhkan rekomendasi dari Gubernur Jawa Barat.
"Saat itu (dipanggil ke Jakarta), Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menelepon Pak Soemarsono, berbicara sebentar, kemudian telepon Pak Soemarsono diberikan kepada saya, dan Tjahjo Kumolo bilang kepada saya, 'Tolong perizinan Meikarta dibantu," katanya.
Dalam sidang itu, Neneng mengatakan bahwa Soemarsono akan memfasilitasi pertemuan antara Pemprov Jabar, Pemkab Bekasi, dan PT Mahkota Sentosa Utama selaku pengembang Meikarta.
Dalam persidangan juga terungkap bahwa aliran suap Meikarta sampai ke anggota DPRD Pemkab Bekasi. Melalui Dinas PUPR, anggota DPRD Bekasi difasilitasi jalan-jalan ke Thailand, diduga dengan menggunakan uang dari Meikarta. (tst/has)