Sudirman Said: Prabowo Sebatas Ingatkan Peran TNI-Polri

CNN Indonesia | Selasa, 15/01/2019 09:57 WIB
Sudirman Said: Prabowo Sebatas Ingatkan Peran TNI-Polri Direktur Debat BPN, Sudirman Said menegaskan Prabowo tak dalam pesan mengancam TNI Polri soal profesionalisme, hanya mengingatkan. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said memastikan Prabowo tidak sedang mengancam TNI-Polri saat menyampaikam visi-misi melalui pidato kebangsaan pada Senin (14/1) malam.

Sudirman mengatakan, Ketua Umum Partai Gerindra itu hanya sedang mengingatkan adik-adiknya di kepolisian dan TNI bahwa karier yang dibangun mereka saat ini berasal dari rakyat. Artinya, dengan demikian pangkat yang mereka terima itu berasal dari masyarakat.

"Tadi memang ada kritik, sebuah pesan dari seorang kakak bahwa tentara, polisi, intelijen itu dibiayai rakyat, diberi makan rakyat, diberi pangkat oleh rakyat," kata Sudirman di JCC, Jakarta Pusat, Senin (14/1).



Diketahui, Prabowo sempat menyampaikam pesan yang dia selipkan di pengujung pidatonya yang berdurasi kurang lebih 1,5 jam itu. Pesan Prabowo ditujukan untuk aparat kepolisian dan kalangan TNI.

Dalam pesannya Prabowo mengingatkam agar para TNI ini tidak memihak satu golongan, atau individu tetapi justru harus melindungi masyarakat secara keseluruhan.
Sudirman Said: Prabowo Sebatas Ingatkan Peran TNI-PolriPrabowo Subianto saat menyampaikan pidato kebangsaan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)

Sudirman mengungkapkan Prabowo wajar memberi peringatan kepada adik-adiknya di militer untuk bekerja sepenuhnya pada rakyat, bukan pada satu golongan, individu atau bahkan kelompok tertentu.

"Diingatkan bekerja untuk rakyat jangan bekerja untuk kelompok apalagi untuk pribadi-pribadi," katanya.


Dalam kesempatan itu Sudirman juga mengingatkan bahwa Prabowo bukan hendak mengadopsi sistem pemerintahan di masa orde baru. Terkait istilah swasembada kata dia, pihaknya hanya ingin memastikan Indonesia berada di jalur yang benar tidak selalu melakukan impor.

Sudirman memahami kegelisahan Prabowo yang menyoroti, sejatinya bangsa Indonesia memiliki kemampuan di dalam negeri yang cukup tinggi untuk pemenuhan pangan dan energi.

"Perhatian kita adalah mengapa hal-hal yang dicapai di masa lalu itu kemudian menurun. Padahal sebetulnya semakin besar kita mengimpor kebutuhan makan kita semakin bergantung," katanya

Sudirman menyebut swasembada menjadi salah satu strategi big push atau dorongan besar. Seperti diketahui, ada lima swasembada yang digalakkan Prabowo-Sandi. Mulai dari swasembada pangan, swasembada energi, swasembada air.

"Serta mendorong terciptanya pemerintahan yang kuat, satu lagi adalah pembangunan tata nilai dan itu semua mencakup seluruh aspek kehidupan bernegara," kata dia.

(tst/ain)