IDI Respons Prabowo: Banyak Dokter Digaji di Bawah Rp3 Juta

CNN Indonesia | Selasa, 15/01/2019 09:16 WIB
IDI Respons Prabowo: Banyak Dokter Digaji di Bawah Rp3 Juta Pidato Kebangsaan pasangan Capres dan Cawapres nomor ururt 2 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Dr Daeng M. Faqih menanggapi pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menyebut gaji dokter lebih rendah dari penghasilan juru parkir.

Daeng mengatakan saat ini masih banyak dokter umum di berbagai daerah yang berpenghasilan di bawah Rp3 juta.

Dia mengambil contoh dokter golongan 3A yang mengantongi gaji pokok Rp2,4 juta per bulan. Ditambah penghasilan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sekitar Rp500 ribu. Sehingga penghasilan total sekitar Rp2,9 juta.



"Memang masih banyak dokter, terutama dokter umum yang berada di garda depan, penghasilannya di bawah Rp3 juta," kata Daeng kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/1).

Dia mengatakan jika tidak ada insentif dari Pemerintah Daerah, maka penghasilan dokter kurang dari Rp3 juta. Apalagi saat ini penghasilan dokter dari praktik sore sudah tidak ada karena masyarakat memilih program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Daeng menyebutkan jumlah dokter di seluruh Indonesia sekitar 167 ribu, 130 ribu di antaranya adalah dokter umum. Menurutnya, mereka adalah dokter yang berada di garis terdepan dalam melayani kesehatan masyarakat.

Namun, Daeng tak bisa membandingkan gaji dokter dengan penghasilan tukang parkir, sebagaimana disebutkan Prabowo.

"Secara pribadi saya tidak tahu penghasilan tukang parkir, yang saya tahu penghasilan dokter dari laporan beberapa kawan di berbagai daerah," ujarnya.

IDI Respons Prabowo: Banyak Dokter Digaji di Bawah Rp3 JutaIDI menyampaikan masih banyak dokter umum yang penghasilannya di bawah Rp3 juta. (Unsplash/Pixabay)
Meski demikian, Daeng tak memungkiri ada pula dokter yang memiliki penghasilan tinggi, terutama dokter spesialis yang berada di kota-kota besar. Namun menurutnya, jumlahnya lebih sedikit dari dokter umum.

Dia mengatakan beberapa masalah dalam BPJS, seperti defisit ataupun penundaan pembayaran ke rumah sakit. Menurutnya, hal ini ikut mempengaruhi kesejahteraan dokter, termasuk tenaga kesehatan lainnya, dan mengganggu pelayanan kesehatan.

IDI pun berharap siapapun yang nantinya menjadi presiden, bisa mengoreksi kecukupan dana BPJS agar pelayanan kesehatan menjadi lebih baik.

"Tata kelola BPJS sebaiknya harus ada perbaikan, karena melihat kemarin sempat dipending pembayaran ke rumah sakit, dan juga terjadi defisit," kata Daeng.


Pada Senin (14/1) malam, Prabowo menyampaikan pidato bertajuk 'Indonesia Menang' di JCC Senayan, Jakarta. Pada kesempatan itu dia berjanji akan memperbaiki gaji dokter jika menang pada Pilpres 2019.

Dia pun akan berusaha mencegah dokter tidak mengalami defisit untuk mendapatkan penghasilan yang layak.

"Sekarang banyak dokter kita gajinya lebih kecil dari tukang jaga parkir mobil," kata Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo merangkum program menjadi lima fokus untuk menjawab persoalan ekonomi, kesejahteraan sosial, keadilan hukum, Indonesia rumah yang aman, dan karakter bangsa.