Tim Gabungan Kasus Novel Klaim Bukan Bekerja untuk Polisi

CNN Indonesia | Selasa, 15/01/2019 16:37 WIB
Tim Gabungan Kasus Novel Klaim Bukan Bekerja untuk Polisi Tim gabungan untuk kasus Novel Baswedan mengaku akan bekerja setiap hari. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Tim Gabungan pengungkapan kasus Novel Baswedan, Hermawan Sulistyo mengatakan tim yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian bekerja bukan untuk polisi melainkan kepentingan bangsa.

Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017. Namun, sejak saat itu pihak kepolisian sampai hari ini belum berhasil mengungkap pelaku penyiraman tersebut.

Hermawan mengatakan tak ada kaitan pembentukan ini dengan kepentingan Presiden Joko Widodo yang mengikuti gelaran pemilihan presiden (Pilpres) 2019.


"Kami akan bekerja independen, dan saya tegaskan juga, saya (kami) tidak bekerja untuk polisi, kami bekerja untuk bangsa ini," kata Hermawan kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/1).


Tim Gabungan yang terdiri dari unsur polisi, KPK, serta unsur masyarakat itu sudah mulai bekerja sejak kemarin, Senin (14/1). Terdapat 65 nama yang masuk dalam Tim Gabungan kasus air keras Novel. 

Kapolri Tito menjadi penanggung jawab Tim Gabungan tersebut. Sementara Ketua Tim Gabungan dipegang oleh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Azis.

Hermawan melanjutkan bahwa Tim Gabungan telah menggelar rapat kemarin. Para peserta yang hadir sepakat akan melakukan pertemuan setiap hari sekitar pukul 16.00 WIB. Rapat rutin itu sementara dihelat di Polda Metro Jaya.

Menurut pria yang karib disapa Prof. Kiki itu, dalam rapat kemarin masih sebatas perkenalan masing-masing anggota tim. Prof Kiki menyebut bahwa anggota tim telah sepakat untuk bekerja bersama-sama.

"Kenapa kami ada di situ? Kenapa mau bergabung segala macem. karena ini panggilan sejarah, tugas sejarah dan peradaban semua sepakat itu," kata dia.


Sebelumnya personel tim gabungan yang juga mantan Komisioner Komnas HAM, Nur Kholis mengatakan tak ambil pusing dengan tudingan sejumlah pihak yang menyebut pembentukan tim gabungan kasus Novel syarat kepentingan politik jelang Pilpres 2019.

Nur Kholis mengatakan bahwa dirinya dan tim hanya fokus bekerja untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel. 

"Saya si fokus saja ke apa yang akan dikerjakan, kemudian berangkat dari apa yang sudah dikerjakan dari tim terdahulu," ujarnya.


Setidaknya ada 65 nama yang masuk ke Tim Gabungan kasus Novel. Dilibatkan pula dalam tim itu anggota Densus 88 Antiteror Polri, tim dari KPK dan unsur masyarakat. 

Unsur masyarakat yang masuk ke tim tersebut selain Prof Kiki dan Nur Kholis di antaranya, mantan Plt Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji, Ketua Setara Institute Hendardi.

Kemudian Komisioner Kompolnas Poengky Indarti dan mantan Ketua Komnas HAM yang kini dikenal sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ifdhal Kasim.

(fra/DAL)