Tim Gabungan Atur Jadwal Pemeriksaan Novel Baswedan

CNN Indonesia | Selasa, 15/01/2019 11:10 WIB
Tim Gabungan Atur Jadwal Pemeriksaan Novel Baswedan Tim gabungan bentukan Polri mulai menyiapkan rencan kerja untuk mengusut kasus teror untuk Novel Baswedan. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Gabungan yang dibentuk Kapolri Tito Karnavian untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, telah mulai bekerja sejak Senin (14/1).

Melalui rapat perdana tersebut, tim mulai mematangkan rencana kerja dan pengambilalihan dokumen penyidik kepolisian terdahulu yang mengusut kasus teror tersebut.

Salah satu personel tim gabungan yang juga mantan Komisioner Komnas HAM, Nur Kholis menyatakan dalam rapat tersebut pihaknya melihat kembali hasil penyelidikan yang dilakukan kepolisian sebelumnya. Usai itu dilakukan, tim berencana memanggil sejumlah pihak terkait, tidak menutup kemungkinan juga memanggil Novel Baswedan.


"Kami sedang merancang rencana ke depan yang akan kami lakukan," kata Nur Kholis kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/1).


Nur Kholis mengatakan pihaknya tengah menyusun siapa saja para pihak yang akan diminta keterangan oleh tim gabungan. Dia tak membantah salah satu pihak yang akan diminta keterangan adalah Novel Baswedan, selaku korban penyiraman air keras tersebut.

Namun demikian, Nur Kholis belum bisa menyampaikan apa yang akan dikorek dari Novel. "Semua yang bisa membuka peluang untuk menemukan pelaku insyallah akan kita lakukan, termasuk (meminta keterangan Novel Baswedan)," ujarnya.

Nur Kholis tak ambil pusing dengan tudingan sejumlah pihak yang menyebut pembentukan tim gabungan kasus Novel syarat kepentingan politik jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Nur Kholis mengatakan bahwa dirinya dan tim hanya fokus bekerja untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel.


Tim gabungan menargetkan dalam enam bulan pengusutan pelaku penyiraman air keras bisa terungkap. "Berusaha sekuat mungkin memenuhi target enam bulan atau secepatnya," kata dia.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerbitkan surat tugas membentuk Tim Gabungan kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan. Kapolda Metro Jaya Irjen Irjen Pol Idham Azis ditunjuk sebagai ketua tim.

Setidaknya ada 65 nama yang masuk ke tim gabungan tersebut. Dilibatkan pula dalam tim itu anggota Densus 88 Antiteror Polri serta tim dari KPK.

Beberapa pakar yang masuk tim adalah mantan Plt Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji, peneliti utama LIPI Hermawan Sulistyo, Ketua Setara Institute Hendardi, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti.

Selain itu ada mantan Komisioner Komnas Ham Nur Kholis dan eks ketua Komnas HAM yang kini dikenal sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ifdhal Kasim.

(fra/ain)