Anies Akan Sulap Semua Kolong Flyover Jadi Ruang Publik

dis, CNN Indonesia | Selasa, 15/01/2019 17:25 WIB
Anies Akan Sulap Semua Kolong Flyover Jadi Ruang Publik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (CNN Indonesia/Patricia Diah Ayu Saraswati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan Pemprov DKI berencana menata seluruh kolong flyover atau jalan layang di ibu kota menjadi ruang publik. Penataan akan dilakukan secara bertahap.

"Iya (ditata), kita bertahap satu-satu," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Selasa (15/1).

Saat ini, salah satu kolong flyover yang telah ditata adalah kolong flyover di Slipi, Jakarta Pusat. Kolong flyover tersebut dipoles menjadi sebuah taman bermain skateboard.


Penataan di kolong flyover Slipi tersebut, kata Anies, akan menjadi proyek percontohan untuk melakukan penataan di kawasan lainnya.

Anies mengatakan lokasi penataan yang tengah disiapkan di tahun ini adalah kolong jalan layang non-tol (JLNT) koridor 13 transjakarta rute Kapten Tendean-Ciledug.

"Jadi nanti kita tahu apa kekurangannya, sehingga ketika kita membuat lagi di tempat lain tidak mengulangi," ujarnya.

Anies masih enggan menjelaskan secara detail soal rencana penataan seluruh kolong jalan layang tersebut.

Selain itu, Anies menuturkan pihaknya juga masih belum memutuskan soal sistem penjagaan jika nantinya kolong flyover ataupun jalan layang telah selesai ditata. Ia tengah mempertimbangkan apakah akan melibatkan warga dan komunitas atau tidak.

"Apakah masyarakat bisa dilibatkan dalam perawatan? Komunitas mana saja yang bisa dilibatkan? Perawatan Seperti apa? lalu pihak pengelola tolnya Bagaimana?" tutur Anies.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Isnawa Adji mengaku kesulitan membersihkan tumpukan sampah di kolong jalan Tol Wiyoto-Wiyono.

Pasalnya, kata Isnawa, akses menuju jalan tol tersebut menjadi kewenangan dari pihak PT Jasa Marga.

"Salah satu kendala kita, mohon maaf, PT Jasa Marga itu tidak mengamankan aset di kolongnya sehingga seolah kondisinya kondisi terbuka," kata Isnawa di Bekasi, Jawa Barat.

Pernyataan ini merespons tumpukan sampah di kolong tol itu yang telah menimbulkan bau tak sedap.

Isnawa menuturkan sampah-sampah tersebut diduga berasal dari warga. Ia mengklaim pihaknya sebenarnya selama ini juga telah memberikan sosialisasi kepada warga untuk tertib membuang sampah dengan tidak membuangnya secara sembarangan.

"Sampah dari permukiman di sekitarnya, karena memang ketersediaan lokasi tempat sampah agak sulit di situ," ujarnya.

Lebih lanjut Isnawa menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkot Jakarta Utara untuk menyediakan lebih banyak tempat sampah di sekitar lokasi. Motor sampah juga akan disediakan untuk mengangkut tumpukan sampah di kolong tol itu. (dis/wis)