TKN: Jokowi Tak Akan Serang Personal Prabowo di Debat Capres

CNN Indonesia | Rabu, 16/01/2019 20:11 WIB
TKN: Jokowi Tak Akan Serang Personal Prabowo di Debat Capres Prabowo-Sandiaga akan berhadapan dengan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam debat capres 2019 edisi perdana, Kamis (17/1) esok. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin disebut tidak akan membuka kartu atau mengungkit hal yang bersifat personal kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam debat capres-cawapres edisi perdana yang akan digelar besok.

Debat capres esok mengusung tema penegakan hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani mengatakan kesepakatan antara ketua umum partai politik koalisi pendukung dengan Jokowi tadi malam, pasangan nomor urut 01 akan lebih menggali soal visi dan misi Prabowo-Sandi.

"Kalau dari apa yang disampaikan atau disarankan oleh para ketum partai tadi malam, arahnya debat itu terkait dengan rekam jejak dan kebijakan yang menjadi platform atau turunan visi misi dari paslon 02. Kami sepakat untuk tak masuk ke hal-hal yang sifatnya sangat personal," kata Arsul di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (16/1).


Menurut Arsul, debat pilpres tak mungkin mengulas hal yang bersifat teknis dan spesifik atau kasus per kasus. Namun, kata dia, debat menjadi ajang untuk menggali visi, misi maupun program.

Arsul mengungkapkan dalam pertemuan tadi malam, sempat dibahas pula mengenai kasus dugaan pelanggaran HAM 1998, terutama kasus penculikan dan penghilangan aktivis secara paksa. Akan tetapi, pihaknya diklaim bersepakat menjunjung asas praduga tak bersalah.

"Katakanlah kita tetap menganut praduga tak bersalah, Pak Prabowo juga terimplikasikan dalam kasus itu, kemudian menjadi kita ewuh pakewuh enggak tanyakan itu sama sekali," kata Arsul.

Meski demikian, Arsul menilai berbagai opsi pertanyaan, termasuk kasus dugaan pelanggaran HAM masih terbuka lebar, karena telah menjadi perhatian publik. Walaupun, hal itu disebut tergantung dari pertanyaan yang diajukan panelis.

"Kita kan enggak tahu nanti pertanyaannya dari panelis apa. Sangat tergantung juga dari apakah itu [kasus pelanggaran HAM] juga disebut dalam pertanyaannya panelis," kata Arsul.

Terpisah, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko mengatakan Jokowi-Ma'ruf tetap melakukan latihan pendahuluan dalam menghadapi debat capres 2019.

Menurut Moeldoko, latihan pendahuluan sangat diperlukan dalam menghadapi situasi yang jarang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

"Ini kan istilahnya khusus, karena kejadiannya jarang dan ada substansi atau materi-materi yang memang disiapkan secara khusus, sehingga wajar siapapun akan melakukan itu, rehearsal (latihan) namanya," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Mantan Panglima TNI itu menyebut latihan pendahuluan Jokowi-Ma'ruf menghadapi debat perdana ini turut melibatkan sejumlah ahli yang terkait dengan tema debat soal hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

"Ada ahli-ahli ya, ada ahli berkaitan dengan bagaimana berbicara, performance, bagaimana cara penyampaian, bagaimana cara menjawab, macam-macam. Ada pembidangan-pembidangan, ada bidang yang khusus menangani substansi," ujarnya.

Moeldoko mengakui salah satu ahli yang terlibat dalam latihan pendahuluan debat ini adalah Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra. Menurut dia, Yusril menjadi mentor untuk mempersiapkan bidang hukum.

"Kami dari KSP juga menyiapkan dari persoalan persoalan itu ya," kata dia.

Ikuti livestreaming, live report, dan cek fakta debat capres 2019 di CNNIndonesia.com pada 17 Januari 2019 mulai pukul 19.00 WIB. (fra/wis)