Mantan Panglima TNI Sebut Prabowo 'Ngarang' soal Peluru Habis

CNN Indonesia | Rabu, 16/01/2019 21:12 WIB
Mantan Panglima TNI Sebut Prabowo 'Ngarang' soal Peluru Habis Mantan Panglima TNI Moeldoko kritik Prabowo soal kesiapan perang Indonesia. (CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko membantah calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia akan kehabisan peluru bila perang berlangsung dalam tiga hari.

Moeldoko menyebut Prabowo mengarang dengan penyataan yang dilontarkan saat pidato kebangsaan beberapa waktu lalu.

"Enggak lah, ngarang. Negara segede Indonesia begini masa perang tiga hari selesai," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/1).



Pensiunan jenderal bintang empat yang kini menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menyatakan bahwa Indonesia telah memiliki industri dalam negeri untuk memproduksi amunisi. Selain itu, kata Moeldoko, TNI juga mengekspor kebutuhan amunisi yang tak diproduksi di dalam negeri.

"Kami juga selalu memproduksi kebutuhan-kebutuhan amunisi. Tapi ada juga kebutuhan-kebutuhan amunisi yang kita impor," ujarnya.

Menurut Moeldoko, TNI juga memiliki manajemen sendiri untuk memastikan kesediaan amunisi, termasuk yang digunakan untuk latihan. Dia memastikan bahwa pernyataan Prabowo yang diklaim berdasarkan pengakuan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tidak benar.

"Anggaran kan sudah ditata," kata Moeldoko.


Sebelumnya, Prabowo juga mengutip pengakuan Menteri Pertahanan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang menyatakan jika Indonesia dihadapkan dengan perang, maka tak akan bertahan lebih dari tiga hari.

"Karena peluru kita hanya bertahan tiga hari. Ini bukan saya yang katakan, tapi Menteri Pertahanan dari pemerintahan sekarang, beliau ingin hal ini diketahui rakyat Indonesia," kata Prabowo saat pidato kebangsaan bertajuk 'Indonesia Menang'di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (14/1).

Mantan Danjen Kopassus ini juga mengingatkan bahwa persaingan antar bangsa begitu keras. Tiap bangsa menurut dia memiliki permasalahannya sendiri. Untuk kita Prabowo mengatakan jangan berharap bangsa lain akan merasa kasihan dengan Indonesia.

(fra/DAL)