Mahfud: Publik Harus Cermati Strategi Paslon di Debat Capres

CNN Indonesia | Kamis, 17/01/2019 08:43 WIB
Mahfud: Publik Harus Cermati Strategi Paslon di Debat Capres Mahfud MD meminta masyarakat mencermati kesungguhan, kemampuan, dan perangkat politik yang jadi penunjang Jokowi maupun Prabowo dalam upaya memberantas korupsi. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Surabaya, CNN Indonesia -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD meminta masyarakat berpikir kritis memahami paparan dua paslon pada debat capres dan cawapres 2019 yang akan digelar malam nanti. Debat capres dan cawapres perdana ini para paslon akan menyampaikan gagasannya dalam tema Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Korupsi, dan Terorisme.

"Masyarakat supaya mencermati strategi apa yang akan dipilih dalam debat capres dan cawapres untuk memberantas korupsi, karena kalau memberantas korupsi semua ingin, Pak Jokowi iya, Pak Prabowo iya, tapi kita lihat strategi dan track record-nya (rekam jejak)," kata dia.

Tak hanya soal strategi dan rekam jejak, Mahfud juga meminta masyarakat untuk mencermati kesungguhan, kemampuan, dan perangkat politik yang ada di belakang dua paslon tersebut. Apakah mendukung atau tidak.


"Dari situ terlihat siapa yang bersungguh-sungguh, siapa yang tidak, siapa yang mampu siapa yang tidak. Perangkat politiknya mendukung apa tidak, itu bisa dihitung sendiri-sendiri lah," ujar dia.


Kendati demikian, ia yakin kedua paslon baik Jokowi maupun Prabowo sudah mempersiapkan diri dengan baik menghadapi debat capres perdana esok.

"Tinggal rakyat memilih dan lebih setuju dengan aspirasi yang mana," kata dia.

Kendati demikian, menurutnya, debat capres tak akan banyak memberikan pengaruh ke masyarakat. Hal itu lantaran sebagian besar masyarakat kata dia telah menentukan pilihan sudah sejak jauh hari.

"Debat tetap mempengaruhi meskipun tidak banyak. Lebih dari separuh orang sudah menentukan pilihannya sendiri," ujarnya.


Sementara itu, soal pro kontra kisi-kisi debat yang telah diberikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kepada kedua paslon, Mahfud tak mau terlalu mempermasalahkannya. Menurutnya hal itu sudah biasa.

Bahkan menurutnya pemberian kisi-kisi itu tak ubahnya seperti yang di alami para siswa jika hendak mengikuti ulangan di sekolah.

"Misalnya kalau anda belajar sistem pemerintahan Indonesia, kalau pada semester dua silabusnya ini, silabusnya ini dan sebagainya. Kalau saya pribadi diberikan atau tidak diberikan itu sama saja, calon presiden itu sudah menyiapakan semuanya," kata Mahfud.

Kekhawatiran fenomena tranjal-tronjol

Dalam kesempatan itu Mahfud juga menanggapi ramainya kemunculan capres-cawapres parodi Nurhadi-Aldo (Dildo). Mahfud menanggapi fenomena itu dengan santai.

"Secara konstitusional itu pasti tidak bisa, saya menganggap itu guyonan guyonan aja," kata Mahfud.

Kendati demikian, ada kekhawatiran meski tidak terlalu besar. Ini lantaran belakangan muncul gagasan dari tim kreator Nurhadi-Aldo yang ingin adanya halaman kosong dalam surat suara saat Pilpres mendatang.

Debat Capres, Mahfud Imau Masyarakat Cermati Strategi PaslonCapres fiktif, Nurhadi. (CNN Indonesia)

Mahfud pun menilai hal itu adalah gagasan yang negatif dan dapat memengaruhi publik agar golput dan tak memberikan suaranya dalam pemilu nanti

"Itu menjadikan masyarakat untuk tidak meningkatkan kesadaran berbangsa bernegara, kalau ngajak orang tidak memilih itu," kata Mahfud.

Namun, kata Mahfud, tim kreator telah meminta maaf kepada publik karena gagasan mereka yang tak sesuai dengan konstitusi.

"Tetapi saya baca juga, karena itu ditafsirkan sebagai mengajak orang golput, itu tim kreatornya kan sudah minta maaf, bahkan sudah digoblok-goblokkan itu sama timnya, maaf tim kami itu goblok kata dia," tutup Mahfud.

Ikuti livestreaming, live report, dan cek fakta debat capres 2019 di CNNIndonesia.com pada 17 Januari 2019 mulai pukul 19.00 WIB. (frd/ain)