Berkaca 2014, Jokowi-Ma'ruf Fokus Kerek Suara di 10 Provinsi

CNN Indonesia | Kamis, 17/01/2019 05:11 WIB
Berkaca 2014, Jokowi-Ma'ruf Fokus Kerek Suara di 10 Provinsi Pasangan capres-cawapres Jokowi dan Ma'ruf Amin. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin tengah fokus mengerek suara di 10 provinsi yang kalah saat Pilpres 2014 lalu. Kala itu Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla kalah dari Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di 10 provinsi dimaksud.

Pada pesta demokrasi kali ini Jokowi-Ma'ruf kembali melawan Prabowo yang meminang mantan Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

"Terutama 10 provinsi yang 2014 kalah. 10 provinsi yang kalah itu kan mesti kita kerjakan secara serius, alhamdulillah trennya sudah sangat bagus," kata Politikus PDIP, Bambang DH saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/1).


Bambang baru saja melakukan rapat rutin dengan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf di Kantor Staf Presiden. Bambang datang bersama sejumlah perwakilan partai politik Koalisi Indonesia Kerja.

Bambang menyatakan dalam rapat tadi pihaknya turut membahas survei mingguan terkait elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di masing-masing provinsi. Dia mengklaim hasil survei mingguan internalnya itu menunjukkan tren positif.

Bambang mengakui pihaknya mesti kerja keras untuk mendongkrak suara di Jawa Barat dan Banten. Menurutnya, untuk dua provinsi itu berdasarkan survei internal pihaknya elektabilitas Jokowi-Ma'ruf menunjukkan peningkatan.

Namun, Bambang menolak menyebut berapa selisih elektabilitas Jokowi-Ma'ruf dengan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam survei terbaru pihaknya. "Enggak perlu lah (disebutkan), itu dapur kami," tutur dia.

Bambang menyebut pada Pilpres 2014 lalu di Jawa Barat selisih suara Jokowi-JK dengan Prabowo-Hatta memang cukup besar sekitar 4,6 juta suara. Kondisi tersebut, kata Bambang yang harus digenjot tim kampanye Jokowi-Ma'ruf untuk bisa membalikan keadaan kali ini.

"Seperti Jabar, kalau dulu selisihnya empat juta enam ratus suara kekalahan Pak Jokowi sekarang sudah alhamdulillah terus meningkat," ujarnya.

Merujuk hasil rekapitulasi suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam Pilpres 2014, Jokowi kalah dari Prabowo di 10 provinsi. Sepuluh provinsi itu antara lain, Aceh, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat.

Kemudian Banten, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan Maluku Utara. (fra/osc)