Menjelang kebebasannya, Ahok memohon maaf atas segala tutur kata, sikap dan perbuatan yang sengaja maupun tidak sengaja menyakiti hati. Permintaan maaf itu ditujukanj kepada warga DKI, khususnya para PNS DKI Jakarta dan kelompok masyarakat yang disebut Ahok sebagai pembencinya.
Permintaan maaf itu ditulis Ahok dan diunggah oleh tim Basuki Tjahaja Purnama (BTP) melalui akun Instagram @basukibtp, Kamis (17/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mohon maaf, dan saya keluar dari sini dengan harapan panggil saya BTP bukan Ahok," tulis Ahok.
[Gambas:Instagram]
Ahok juga mengingatkan para pendukungnya yang hendak menjemputnya di Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Dia meminta agar pendukungnya mengurungkan niat tersebut.
"Jalanan di depan Mako Brimpb adalah satu-satunya jalan utama bagi saudara-saudara yang mau mencari nafkah," katanya.
Terkait kebebasannya, Ahok mengaku bersyukur telah menjalani masa hukuman. Dia bahkan, mengaku bersyukur karena tak terpilih di Pemilihan Gubernur DKI tahun 2017.
Kata dia, selama dipenjara dia belajar menguasai diri.
"Jika waktu bisa diputar kembali, mau pilih yang mana? saya akan memilih ditahan di Mako Brimob untuk belajar dua tahun (liburan remisi 3,5 bulan) untuk menguasai diri seumur hidup," katanya.
Menurut Ahok, jika dia terpilih lagi sebagai Gubernur DKI tahun 2017 silam, dia memprediksi dirinya akan menjadi semakin arogan, dan kasar.
"Semakin menyakiti hati banyak orang," katanya.