JK Bela Ma'ruf Amin soal 'Keheningan' di Debat Pilpres

CNN Indonesia | Kamis, 17/01/2019 23:26 WIB
JK Bela Ma'ruf Amin soal 'Keheningan' di Debat Pilpres Jusuf Kalla Nobar Debat Perdana Capres Cawapres. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Presiden Jusuf Kalla membela penampilan calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin dalam sesi debat capres perdana, Kamis (17/1) malam. Penampilan Ma'ruf yang terkesan 'hening' memang menuai sejumlah komentar khususnya di media sosial.

Namun, menurut JK, sebagai seorang cawapres porsi Ma'ruf untuk berbicara memang tak sebanyak Jokowi.

"Ya kan sudah berbicara juga tadi, walaupun wakil selau begitu. Nomor 1 (presiden) lebih banyak (omongnya) dari nomor 2 (wapres)," ujar JK usai nobar debat capres di rumah dinas, Menteng, Jakarta.

Terlepas dari hal tersebut, JK menilai penampilan pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf malam ini di luar ekspektasi. JK sempat meragukan kualitas debat yang mengangkat tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme ini lantaran KPU telah memberikan kisi-kisi pertanyaan.


Namun, menurutnya, Jokowi-Ma'ruf mampu menjawab pertanyaan dengan baik. Terlebih saat sesi tanya jawab antarpaslon.

"Mula-mula saya pikir karena ada kisi-kisinya, tapi di luar itu ada pertanyaan bebas jadi lebih menarik," katanya.

JK menyarankan agar debat selanjutnya masing-masing paslon tak lagi diberi bocoran pertanyaan. Dengan demikian, tiap paslon dapat terlihat kualitas kepemimpinannya dari cara menjawab pertanyaan secara spontan.

"Pemimpin itu harus ambil sikap waktu debat. Kadang tidak perlu persiapan. Jangan terlalu banyak bocoran, supaya lebih memberikan impact leadership-nya," tutur JK.

Dalam sesi debat perdana ini, Ma'ruf memang terlihat lebih banyak diam ketimbang Jokowi. Ia beberapa kali menjawab pertanyaan saat membahas isu terorisme dan disabilitas.

Nilai Jokowi-Maruf Lebih Siap

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai pasangan calon nomor presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin lebih siap dalam penampilan debat capres perdana Kamis (17/1) malam. Keduanya dianggap lebih siap menjawab dan memberikan pertanyaan pada lawannya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Debat yang pertama ini kita lihat calon nomor 01 Pak Jokowi dan Ma'ruf lebih siap, baik menjawab, siap juga bertanya," ujar JK usai nobar debat capres di rumah dinas, Menteng, Jakarta.

Menurut JK, Prabowo lebih terlihat tak siap saat sesi tanya jawab antarpaslon. Dari pertanyaan yang dilontarkan Prabowo terkesan baru dipikirkan saat sesi debat berlangsung.
"Kita lihat tadi bertanyanya (Jokowi) lebih siap. Beda dengan Pak Prabowo di situ baru memikirkan pertanyaan," katanya.

Selain itu, karakter Prabowo yang mudah terpancing dengan pertanyaan dari Jokowi membuat tensi capres nomor urut 02 terlihat meningkat. Namun menurut JK hal itu tak lepas dari tenggat waktu yang diberikan untuk masing-masing calon dalam menjawab pertanyaan.

"Ya memang Pak Prabowo cepat tanggap kan, cepat terpancing bikin naik tensinya," ucap JK.

Kendati demikian, lanjut JK, sikap itu justru membuat sejumlah jawaban Prabowo terlihat kontradiktif. Salah satunya ketika Prabowo menyebut ingin memberdayakan pengusaha kecil. Di sisi lain, Prabowo juga berniat menaikkan rasio pajak.
"Contohnya itu kan agak kontradiktif. Terutama ada beberapa hal juga," tuturnya.

Ia pun berpesan agar pada debat selanjutnya masing-masing paslon menyiapkan pertanyaan dan jawaban dengan lebih baik. "Jadi tim kampanye harus mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan pertanyaan dan jawabannya," katanya. (age/age)