KPU Buka Peluang Ubah Format Debat Pilpres 2019

CNN Indonesia | Jumat, 18/01/2019 16:45 WIB
KPU Buka Peluang Ubah Format Debat Pilpres 2019 Ketua KPU Airef Budiman (tengah) bersama dua paslon capres-cawapres, Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dalam ajang debat perdana Pilpres 2019, Kamis (17/1). (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman membuka kemungkinan perubahan format debat calon presiden dan calon wakil presiden berikutnya setelah menerima banyak masukan. Tujuannya, visi dan misi para pasangan calon sampai ke masyarakat.

"Bisa [berubah]. Nanti tergantung evaluasi. Pokoknya KPU ingin menyelenggarakan debat yang tujuan utama tercapai yaitu pemilih tahu betul visi misi paslon," kata Arief di Gedung KPU, Jumat (18/1).

Hal ini disampaikan sebab KPU menerima banyak masukan dari masyarakat pascadebat perdana, pada Kamis malam (17/1). Salah satunya adalah soal minimnya waktu bagi paslon berdebat. Kemarin, paslon diberikan satu hingga dua menit dalam menanggapi pertanyaan.


Di sisi lain, banyak juga masyarakat yang menyatakan dua menit sudah cukup karena beberapa kali paslon sudah selesai menjawab pertanyaan.

Masukan lainnya, kata Arief, terkait lebih banyak diamnya Ma'ruf Amin dalam debat perdana. Kemarin, mantan Ketua MUI ini lebih banyak diam ketimbang pasangannya, Joko Widodo. Ma'ruf hanya memberikan tanggapan singkat usai Jokowi berbicara.

Arief menyatakan masyarakat tak perlu khawatir sebab masih tersedia beberapa debat berikutnya, salah satunya debat antarcalon wakil presiden.

Selain itu, lanjutnya, ada masukan soal jumlah pendukung masing-masing calon hingga pemberian kisi-kisi sebelum debat.

Arief menyatakan perubahan format debat nantinya diputuskan setelah berdiskusi dengan para ahli.

"Bisa siapa saja. TV penyelenggara bisa, panelis bisa juga. Nanti tergantung apa yang dievaluasi kami libatkan mereka," tuturnya.

Meski sudah menerima banyak masukan masyarakat, Arief menyatakan KPU belum menerima saran dari pasangan calon baik Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

(chri/arh)