Ma'ruf: Kalau Tak Menang di Jabar, Rakyat Pasundan Malu

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 19/01/2019 18:38 WIB
Ma'ruf: Kalau Tak Menang di Jabar, Rakyat Pasundan Malu Ketika dikukuhkan sebagai tokoh masyarakat Pasundan, Cawapres nomor urut 02 mengaku akan membuat malu rakyat setempat jika tak menang di Jabar. (CNN Indonesia/Priska Sari Pratiwi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan rakyat Pasundan akan merasa malu jika ia dan calon presiden Joko Widodo kalah di Jawa Barat.

Hal itu diungkap Ma'ruf ketika dikukuhkan sebagai tokoh masyarakat Pasundan di Bandung, Sabtu (19/1). Pengukuhan ini dilakukan tokoh sesepuh yang juga mantan Gubernur Jawa Barat Solihin Gautama Purwanegara dengan memberikan senjata tradisional keris kujang dan sorban putih kepada Ma'ruf.

"Alhamdulillah saya dinyatakan sebagai sesepuh tokoh masyarakat Jabar, masyarakat Pasundan. Karena memang saya punya darah Pasundan, dari Padjajaran, dari Sumedang," ujar Ma'ruf saat memberikan sambutan.


Pengukuhan ini disebut Ma'ruf sebagai bentuk penghormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk memenangkan dirinya dan Joko Widodo dalam pilpres, khususnya di wilayah Jabar.

Jabar selama ini dikenal sebagai 'kandang' suara bagi lawannya, pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Namun jika nanti dirinya dan Jokowi tak menang di Jabar, kekalahan itu dinilai Ma'ruf akan membuat masyarakat Pasundan malu.

"Kalau saya dan Pak Jokowi tidak menang di Jabar, ini orang Pasundan malu semua. Orang Pasundannya sendiri jadi (calon) wapres, kok malah kalah di Jabar," katanya.

Hal itu dinilai Ma'ruf akan berdampak pada kontestasi berikutnya.

"Mudah-mudahan masyarakat Indonesia tidak akan kecewa dengan masyarakat Jabar karena tampil, mampu, bisa memenangkan pilpres," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Komunitas Sadulur Salembur Heidi Hidayat sebagai penggagas acara, menegaskan pengukuhan ini merupakan bentuk dukungan dari masyarakat Sunda kepada Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019.

"Kebetulan beliau (Ma'ruf) dari Sunda, jadi kita harus dukung beliau. Kebetulan beliau juga maju sebagai cawapres. Harusnya di sinilah orang Sunda dukung orang Sunda," ucapnya.

Heidi tak menampik bahwa suara masyarakat Jabar terbelah dalam Pilpres 2019. Namun ia meyakini keberadaan Ma'ruf sebagai warga asli Jabar dapat mempersatukan hal tersebut.

"Sunda ini agak terpecah dengan pilpres ini. Mudah-mudahan Pak Kiai Ma'ruf ini bisa mempersatukan. Walaupun kita berbeda setelah pilpres ini kita kembali bersatu," tutur Heidi.

Pemberian kujang dan sorban sebelumnya dilakukan langsung oleh Solihin. Ketua Tim Kampanye Daerah Jabar Jokowi-Ma'ruf itu rela berdiri dari kursi rodanya untuk memberikan kujang dan mengalungkan sorban tersebut. Ia juga sempat memberi hormat pada Ma'ruf.

Sementara di akhir acara, giliran Ma'ruf yang mengalungkan sorban kepada Solihin dan sejumlah tokoh Sunda lainnya yang hadir. Dalam acara ini Ma'ruf didampingi istri, Wury Estu Handayani dan anaknya, Siti Marifah. (pris/stu)