Ma'ruf Amin Sebut Hoaks Sama dengan Tsunami Teknologi

CNN Indonesia | Minggu, 20/01/2019 03:12 WIB
Ma'ruf Amin prihatin dengan teknologi yang disalahgunakan, karena seharusnya membawa kebaikan, tetapi kini justru menjadi bencana. Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin bersalaman dengan pendukungnya saat menghadiri deklarasi tanpa hoax saat kampanye di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (19/1). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon Wakil Presiden Nomor Urut 01 Ma'ruf Amin menyebut sebaran berita bohong atau hoaks sama dengan bencana tsunami teknologi. Istilah ini, kata dia, merujuk pada kerusakan informasi yang disebabkan karena hoaks.

"Sekarang guncangan hoaks di mana-mana. Ini sama dengan tsunami teknologi, mestinya bawa kebaikan tapi karena disalahgunakan jadi bencana," ujar Ma'ruf saat memberikan sambutan dalam peresmian 'Kopi Abah' di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (19/1).

Ma'ruf sendiri mengaku beberapa kali menjadi korban hoaks. Ia menceritakan saat pengambilan nomor urut pilpres tahun lalu. Saat itu diputar lagu yang menjadi jingle dukungan bagi pasangannya, Joko Widodo. Ma'ruf yang tak ikut berjoget mengaku dituduh ikut berjoget hingga menghilangkan keulamaannya.


"Saya hanya tepuk tangan dibilang joget. Katanya hilang keulamaannya. Mata lu rabun orang enggak joget," tuturnya.


Hoaks lainnya, lanjut Ma'ruf, ketika dirinya dituduh bersalaman dan mencium pipi seorang perempuan melalui rekaman video yang beredar. Padahal perempuan yang dimaksud adalah istrinya.

"Ya memang ini berita dipelintar pelintir. Kita harus berantas jangan sampai ada hoaks lagi di Indonesia," ucap Ma'ruf.

Ia juga kembali mengungkit hoaks PKI yang kerap menimpa Jokowi. Padahal, kata dia, pihak yang membawa isu PKI itu telah meminta maaf langsung padanya.

"Yang bawa isu PKI itu datang ke rumah saya, mengaku dia yang bikin. Dia minta maaf ya kita maafkan. Yang buat (hoaks) saja sudah tobat kok ente tidak tobat-tobat," tuturnya.


Ketua Umum MUI itu pun mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menghadapi informasi yang beredar di media sosial. Dalam ayat Alquran pun, kata Ma'ruf, telah mengajarkan jika ada orang fasik (berkelakuan buruk) membawa berita maka harus diteliti dulu.

"Sebab jangan-jangan itu tidak benar. Kalau tidak, kamu menuduh orang tanpa bukti kamu akan menyesal," katanya mengutip ayat Alquran.

Ma'ruf pun mengapresiasi keberadaan gerakan anti hoaks yang hari ini mendeklarasikan dukungan untuk memberantas hoaks.

Dalam deklarasi yang dibacakan anggota Santri Millenial Center asuhan Ma'ruf itu di antaranya menyatakan sepakat memerangi hoaks, menjunjung tinggi bicara jujur dan bertutur santun, serta berpegang teguh pada etika komunikasi dan penyebaran informasi di tengah masyarakat.

"Saya gembira ada gerakan anti hoaks karena sekarang kita memang alami goncangam hoaks di mana-mana," ucapnya.

(psp/ain)