Dukung KPU, BPN Sebut Debat Capres Hambar karena Bocoran Soal

CNN Indonesia | Sabtu, 19/01/2019 22:40 WIB
Dukung KPU, BPN Sebut Debat Capres Hambar karena Bocoran Soal Kubu Prabowo-Sandi menilai adanya bocoran soal membuat debat menjadi hambar. BPN Prabowo-Sandi mendukung keputusan KPU tak lagi memberikan bocoran soal. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi mendukung keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang tak lagi memberikan kisi-kisi pertanyaan sebelum debat capres. Menurutnya, kualitas debat akan menjadi lebih menarik tanpa bocoran soal. Adapun debat kedua akan digelar pada 17 Februari mendatang.

"Debat kemarin terasa hambar karena sepertinya yang diberikan KPU ke paslon bukan lagi kisi-kisi tapi pertanyaan yang utuh, redaksinya terdengar sama," kata Juru Bicara Direktorat Advokasi BPN, Habiburokhman di Posko Direktorat Advokasi BPN, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/1).

Habiburokhman mengatakan masyarakat Indonesia sebagai pemilih harus bisa mendapatkan paparan visi misi program setiap kandidat yang komprehensif. Adanya bocoran soal, kata dia, membuat paparan kandidat tak optimal.


"Bahwa rakyat pemilih adalah pemangku kepentingan utama Pemilu. Mereka harus diberikan kesempatan untuk menilai kualitas capres dalam berdebat dan menyampaikan visi misi," tutur Habiburokhman.


Habiburokhman mengklaim ketiadaan kisi-kisi pertanyaan ini sejalan dengan kemauan masyarakat Indonesia. Klaim ini ia sampaikan berdasarkan banyaknya jumlah retweet di Twitter terkait petisi online yang ia buat.

"Tadi pagi saya bikin petisi online di Twitter minta KPU tidak lagi berikan kisi-kisi pada debat berikutnya, dalam waktu singkat petisi tersebut sudah di-retweet ratusan orang," kata Habiburokhman.

Habiburokhman juga menyarankan agar KPU mengevaluasi kinerja moderator dalam debat. Menurutnya, moderator harus bisa tegas dalam membatasi dan mengingatkan setiap kandidat apabila pertanyaan atau jawaban tidak sesuai dengan konteks topik.

Ia memberikan contoh moderator yang diam saja saat Jokowi mempertanyakan mantan narapidana korupsi dari Partai Gerindra yang mendaftar sebagai calon anggota legislatif.


"Itu pertanyaan personal yg seharusnya ditegur moderator," kata Habiburokhman.

Senada, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko juga mengapresiasi keputusan KPU tidak lagi memberikan bocoran kisi-kisi pertanyaan debat.

Dukung KPU, BPN Sebut Debat Capres Hambar karena Bocoran SoalWakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Moeldoko (CNN Indonesia TV)


"Ya, lebih bagus, (jadi) lebih lepas saja bicara. Toh, semuanya punya pengalaman mengelola negara dengan baik, khususnya Pak Jokowi, ya. Bagi saya sih oke-oke saja," kata Moeldoko, Sabtu (19/1).

Terkait dengan evaluasi debat perdana, Moeldoko menjelaskan bahwa sikap Cawapres Ma'ruf Amin yang irit bicara pada saat debat, Kamis (17/1), merupakan hal wajar. Menurut dia, posisi cawapres memang sudah seharusnya tidak banyak bicara sehingga tidak "menenggelamkan" capresnya.

"Beliau sebagai cawapres berposisi yang pas bahwa memberikan porsi sebesar-besarnya kepada (calon) presiden. Saya pikir di situ bermain porsi, bermain bagaimana menjaga keseimbangan," jelas mantan Panglima TNI itu.

(jnp/ain)