Tim Jokowi Sebut MUI dan NU Ikut Gerilya di Basis Prabowo

CNN Indonesia | Minggu, 20/01/2019 14:43 WIB
Tim Jokowi Sebut MUI dan NU Ikut Gerilya di Basis Prabowo Pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf mengatakan mendapat bantuan dari Nahdhlatul Ulama (NU) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat bergerilya di basis suara Prabowo Subianto di Jawa Barat.

Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Hasto Kristiyanto, menyebut salah satu titik gerilya adalah Kabupaten Garut. Garut pernah disebut Ma'ruf sebagai 'zona merah' karena masih jadi basis kuat Prabowo di Jawa Barat.

"Di Garut, yang relatif sulit diterobos dengan bekerja sama dengan NU dan MUI, maka di Garut ada tren positif dengan Pak Jokowi dan Kiyai Haji Ma'ruf Amin," kata Hasto saat ditemui di Kantor DPC Jakarta Timur, Jakarta, Minggu (20/1).

Selain itu, kata dia, Jokowi juga dibantu oleh tokoh-tokoh politik Jawa Barat. Salah satunya Wali Kota Cirebon yang juga kader Partai Demokrat Nasrudin Azis yang baru saja mendeklarasikan dukungan ke Jokowi.


Merapatnya Nasrudin, ucap Hasto, adalah bentuk keberhasilan Jokowi melakukan pembangunan untuk rakyat Jawa Barat.

"Sebenarnya para kepala daerah mereka merasakan kepemimpinan Pak Jokowi sebagai presiden tidak pernah membeda-bedakan parpol, membeda-bedakan rakyatnya," Hasto menjelaskan.

Sebelumnya, Ma'ruf Amin telah memetakan basis Prabowo di Jawa Barat untuk direbut pada Pilpres 2019, yakni Tasikmalaya, Garut, Bogor Raya, Sukabumi, dan Bekasi. Hal ini menyusul kekalahan Jokowi di Jawa Barat pada 2014.

Saat itu,Prabowo-Hatta meraih 14.167.381 atau 59,78 persen, sedangkan Jokowi-JK mendapat suara 9.530.315 atau 40,22 persen. Jokowi hanya menang di empat dari 26 kabupaten/ kota. (psp/sur)