Tiga JPO yang direvitalisasi tersebut adalah JPO Bundaran Senayan, JPO Gelora Bung Karno (GBK), dan JPO Polda Metro Jaya.
Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugroho, hingga kini masih belum bisa memastikan kapan ketiga JPO tersebut akan mulai difungsikan. "Nanti dikabari," kata Hari saat dikonfirmasi, Minggu (20/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengecekan seluruh bagian tersebut, menurut Hari, dilakukan untuk memastikan JPO aman digunakan oleh masyarakat sebelum akhirnya difungsikan.
Sedangkan untuk JPO GBK, dikatakan Hari, kini tengah dilakukan proses pemasangan atap dan melengkapi berbagai keperluan, salah satunya aliran listrik untuk penerangan.
"Pemasangan atap pada konstruksi cincin pulir sedikit berbeda penanganan dari atap JPO lainnya, diharapkan akhir bulan Januari ini sudah bisa difungsikan," tutur Hari.
"Untuk JPO Polda membutuhkan waktu lebih dibanding dua JPO lainnya," kata Hari. Pasalnya, perlu penambahan gelagar (konstruksi baja) di sisi barat dan sisi timur JPO tersebut.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku tak bisa merampungkan revitalisasi tiga jembatan penyeberangan orang (JPO) senilai Rp56 miliar tepat waktu. Kendala teknis menjadi alasan molornya revitalisasi ketiga JPO.
Proyek revitalisasi tiga JPO tersebut diketahui memakan biaya sebesar Rp56 miliar. Rinciannya, sebesar Rp19,36 miliar untuk JPO Polda Metro Jaya, Rp18,47 miliar untuk JPO Gelora Bung Karno, dan Rp17,39 miliar untuk JPO Bundaran Senayan. Serta ada tambahan Rp1 miliar untuk biaya konsultasi ahli. (dis/asr)