Hasil Evaluasi KPU: Tak Ada Lagi Kisi-kisi Debat Capres

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 16:29 WIB
Hasil Evaluasi KPU: Tak Ada Lagi Kisi-kisi Debat Capres Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) berjalan bersama capres no urut 02 Prabowo Subianto sebelum debat capres perdana. (ANTARA FOTO/Setneg-Agus Suparto).
Jakarta, CNN Indonesia -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) memetik pelajaran dari gelaran debat capres perdana 2019 usai melakukan evaluasi berdasarkan masukan dan kritik dari berbagai pihak dan masyarakat. Atas dasar itu, pada debat kedua Pilpres 2019 nanti tidak ada bocoran kisi-kisi seputar pertanyaan kepada masing-masing calon.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, selain kisi-kisi, pihaknya juga tak akan memberi tahu perihal format debat akan seperti apa.

"Abstraksi kisi kisi tidak dikasih tahu ke paslon. Format debat tidak dikasih tahu ke paslon agar tampil lebih memukau mendalami visi misi program dan pemikiran membangun Indonesia lima tahun mendatang," kata Wahyu di Gedung KPU, Jakarta, Senin (21/1).


Wahyu memaparkan kebijakan ini dilakukan sebab pemberian kisi-kisi menjadi salah satu yang menarik perhatian banyak pihak. Kisi-kisi bahkan disebut menjadi penyebab debat perdana kedua pasangan capres-cawapres pada pekan lalu terlihat normatif.

Wahyu menyatakan perubahan kebijakan ini karena KPU mendengar masukan dari banyak lapisan masyarakat dan meresponsnya langsung supaya debat selanjutnya berjalan lebih baik dari yang pertama.

"Semangat kami semangat perbaikan dan itu hasil evaluasi kami," tuturnya.

Ia menyatakan meski tak memberikan kisi-kisi, para capres-cawapres tetap dihadapkan dengan pertanyaan panelis serta tanggapan dari calon yang lain.

Selain kisi-kisi, Wahyu menyatakan para kandidat akan diberi waktu lebih lama dalam mengeksplorasi visi misi. Dalam debat pertama, pasangan calon diberi tiga menit menyampaikan visi misinya. Durasi itu dinilai sangat singkat dan kurang.

"Debat kedua ditambah sehingga memungkinkan kandidat sampaikan visi misi lebih utuh," ucap Wahyu.

Namun, ia menyatakan KPU masih belum memutuskan berapa durasi yang ditambahkan sebab hal itu perlu dikoordinasikan dengan televisi penyelenggara.

Tak hanya itu, KPU pun bakal mengubah tata ruang debat kedua. Di belakang kandidat nantinya tidak ada pendukung seperti debat perdana. Menurutnya, hal itu demi ketertiban dan estetika.

"KPU mendapat kritikan dan saran berbagai pihak, pendukung di venue debat pertama itu dipandang kurang tertib dan gaduh sehingga kami memutuskan tidak diperkenankan pendukung duduk di belakang kandidat," tuturnya.

Para pendukung, kata Wahyu, akan tetap diundang dalam jumlah terbatas dan diberi tempat duduk selain di belakang pasangan calon.

Untuk diketahui debat Pilpres 2019 kedua bakal diselenggarakan 17 Februari mendatang di Hotel Sultan, Jakarta. Debat kedua ini hanya mempertemukan dua capres, yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Kedua capres ini nantinya membahas dan mengeksplorasi masalah sesuai tema yang sudah ditentukan, yakni sumber daya alam, energi, pangan, dan infrastruktur. (chri/osc)