Mabes Polri Respons Isu Ahok Menikah dengan Polwan

CNN Indonesia | Senin, 21/01/2019 20:15 WIB
Mabes Polri Respons Isu Ahok Menikah dengan Polwan Kadiv Humas Polri M Iqbal menyebut belum ada permohonan pernikahan dari polwan yang dikabarkan hendak kawin dengan Ahok. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Mohammad Iqbal mengaku pihaknya belum menerima surat permintaan apapun dari Bripda P sebagai anggota Polri untuk menikah dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Namun demikian, kepolisian tak masalah jika salah satu anggotanya menikah dengan mantan narapidana.

Sebelumnya, seorang polisi wanita (polwan) Brigadir Dua (Bripda) P dikabarkan akan menikah dengan Ahok pada 15 Februari.


"Polri sampai sekarang belum menerima secara resmi surat permohonan dari Bripda P," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Senin (21/1).

Menurutnya, prosedur anggota Polri yang akan menikah adalah melaporkan kepada atasan lebih dahulu.

Selanjutnya, Polri akan mengecek latar belakang calon pasangan anggotanya dan memberikan keputusan berupa mengizinkan atau tidak yang kemudian akan akan diumumkan dalam sidang pernikahan.

Eks Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok alias BTP.Eks Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok alias BTP. (Safir Makki)
Iqbal berkata proses ini biasanya memakan waktu minimal satu bulan.

Terkait kabar rencana pernikahan Bripda P dengan Ahok yang kelak menyandang status eks narapidana, Iqbal mengatakan hal tersebut tidak masalah.

Dia berkata, banyak eks narapidana yang menjadi guru atau ulama setelah selesai menjalani hukuman penjara.

"Tidak ada masalah. Walaupun di-framing di media, persepsi kalau napi pasti penjahat. Faktanya ada beberapa eks napi yang melakukan perbuatan lagi, tapi banyak juga eks napi yang kemudian menjadi guru, ulama, banyak," katanya.

Sebelumnya, rencana pernikahan Ahok dibenarkan langsung oleh Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi.

"Iya benar, Ahok akan menikah 15 Februari nanti," kata Prasetyo saat dihubungi, Jumat (18/1).

Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mengklaim Ahok akan menikah pada 15 Februari.Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi mengklaim Ahok akan menikah pada 15 Februari. (Adhi Wicaksono)
Prasetyo juga membahas sudah banyak rencana Ahok untuk perjalanan bisnis di luar negeri sebelum dan setelah hari pencoblosan Pilpres 2019.

"Tanggal 16 [April]-nya dia [Ahok] di luar negeri, 17 [April]-nya nyoblos, nah [tanggal] 18 nya dia [Ahok] sudah pergi lagi, perjalanan bisnis," kata Prasetyo.

Namun, adik Ahok, Fifi Lety mengaku tak tahu rencana pernikahan kakaknya itu. Lewat akun Instagram-nya, @fifiletytjahajapurnama, Fifi merasa aneh dengan rencana tersebut, sementara pihak keluarga belum mengetahui rencana Ahok usai bebas dari penjara.

"Terus terang aneh juga Kok Kita keluarga Engak tahu ya ada acara kawinan Tgl 15/2? Kalau ada acara Atau kegiatan apapun Di keluarga kami pada tgl 15/2, Harusnya kami keluarga tahu ya? Jadi Silakan tanya Pak Prass aja kenapa begitu ? Demikian juga soal #ahok pindah agama Perlu kami tegaskan tidak ada itu. Apapun Yg terjadi tetap tidak akan pindah agama. jadi ingat lagu ini #ihavedecidedtofollowjesus," kata Fifi Lety.

(mts/arh)