Jubir TKN Curiga Survei Median untuk Bangun Framing Politik

CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 11:30 WIB
Jubir TKN Curiga Survei Median untuk Bangun Framing Politik Jikapun survei Median benar, Jubir TKN mengatakan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf akan sulit dikejar Prabowo-Sandiaga Uno dalam kontestasi Pilpres 2019. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mencurigai Lembaga Survei Median sedang membangun framing politik. Hal itu dilontarkan Ace karena hasil survei Median ternyata mirip dengan hasil survei internal kubu Prabowo-Sandiaga Uno.

Dalam rilis hasil surveinya kemarin, Median mendapatkan selisih elektabilitas kedua paslon hanya berjarak 9,2 persen atau berkisar 1 digit.

"Kalau hasil surveinya nyeleneh sendiri patut diduga lembaga survei tersebut sedang membangun framing politik," kata Ace dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/1).



Politikus Partai Golkar itu beranggapan mayoritas lembaga survei lain menyebutkan jarak elektabilitas antara Jokowi-Ma'ruf dengan Prabowo-Sandiaga masih dua digit atau sekitar 20 persen.

Ace pun membandingkan hasil survei Median itu dengan lembaga lain yang terkait. Ia mengatakan hasil survei Populi Center, LSI, Litbang Kompas, Indikator Politik justru menyebutkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf masih di atas 50 persen.

"Tapi hanya Median yang menampilkan elektabilitas Jokowi 47,9 persen. Jika menemukan lembaga survei yang beda sendiri, patut dicurigai motifnya dan juga kehandalan metodologinya," kata politikus Partai Golkar tersebut.

Ace lantas curiga hasil survei Median sengaja dibuat cocok dengan survei internal dari pasangan Prabowo-Sandiaga.

Sebab, Ace menilai timses Prabowo-Sandiaga sendiri tetap bertahan dengan mengangkat kerangka berpikir bahwa jarak antara palson 01 dengan 02 tinggal 10 persen atau satu digit.

"Beberapa saat setelah klaim survei internal paslon 02 itu disampaikan ke publik, muncul rilis Median menjustifikasi klaim survei internal [Prabowo-Sandiaga] bahwa selisih elektabilitas pada bulan Januari yang tinggal satu digit (9,2 persen)," kata Ace.

Jubir TKN Curiga Survei Median untuk Bangun Framing PolitikPasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno beradu pandangan dalam debat perdana capres-cawapres Pilpres 2019 di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki)


Ace sendiri menilai Prabowo-Sandiaga masih berat untuk mengejar ketertinggalan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin meskipun jika selisih elektabilitasnya tinggal 1 digit dalam survei Median. Ia berpendapat demikian, karena berdasarkan survey Median yang dirilis kemarin ternyata kenaikan suara Prabowo-Sandi hanya naik 3,2 persen dalam tiga bulan terakhir.

Melihat hal itu, Ace optimistis Jokowi-Ma'ruf tak akan terkejar dalam tiga bulan ke depan dengan pertumbuhan elektabilitas yang lambat seperti itu.

"Melihat berbagai blunder paslon 02 dan semakin panasnya mesin partai paslon 01, bisa jadi elektabilitas 01 tidak tertandingi," kata Ace.

Sebelumnya, lembaga Median merilis hasil survei elektabilitas kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang dilakukan pada 6-15 Januari 2019.

Survei itu menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf masih berada di posisi pertama dengan angka 47,9 persen mengalahkan pasangan Prabowo-Sandi 38,7 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan sebesar 13,4 persen.

(rzr/kid)