Tim Forensik Temukan Bekas Jeratan di Leher Mayat Terbakar

CNN Indonesia | Selasa, 22/01/2019 22:31 WIB
Tim Forensik Temukan Bekas Jeratan di Leher Mayat Terbakar Ilustrasi jenazah. (Istockphoto/Nito100)
Palembang, CNN Indonesia -- Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang menemukan bekas jeratan pada leher mayat perempuan yang ditemukan hangus di tengah sawah di Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Mayat yang belum teridentifikasi ini diduga merupakan korban pembunuhan.

Sebelumnya, sesosok jenazah hangus ditemukan di Dusun IV SP2, Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Minggu (20/1).

Dokter Forensik RS Bhayangkara Palembang Indra Sakti Nasution mengatakan pihaknya telah melakukan otopsi dan pengambilan sampel DNA di tulang paha korban. Menurutnya, kondisi korban sulit dikenali karena kondisi yang sudah tidak lagi utuh akibat luka bakar 100 persen.


"Otopsi awal yang kita lakukan sudah sangat sulit mengecek korban. Organ dalamnya juga sudah habis semua. Diduga korban dibunuh terlebih dahulu baru dibakar. Terlihat dari adanya bekas jeratan di leher," ujar dr Indra, Selasa (22/1).

Sejauh ini tim forensik baru bisa memastikan bahwa jenazah tersebut berjenis kelamin perempuan. Selain itu pihaknya tidak bisa menemukan ciri fisik unik dari korban karena kondisi yang terbakar.

Namun, lanjutnya, saat ini satu keluarga yang terdiri dari delapan orang sudah datang ke RS Bhayangkara Palembang untuk melakukan tes DNA. Mereka menduga jenazah tersebut adalah anggota korban mereka yang hilang sejak Sabtu (19/1).

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir Ajun Komisaris Maliki Fahrin Ibrahim mengatakan pihaknya memfasilitasi keluarga Soparudin (61) untuk melakukan tes DNA di RS Bhayangkara Palembang. Warga Desa Pedataran, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, itu mengaku kehilangan anaknya sehari sebelum penemuan mayat korban.

Soparudin yakin korban adalah anaknya yang bernama Ina Antimurti (20) dari anting berbentuk intan yang ditemukan di tubuh korban.

"Pak Soparudin yakin itu anaknya dari antingnya. Tapi untuk memastikan klaim tersebut,harus di tes DNA dulu. Keluarga Soparudin bersedia [tes DNA]. Ini lagi proses, mudah-mudahan hasilnya cocok dan identitas korban terungkap," ujar dia.

(idz/arh)