Ahok Bentuk 'Band Teman Penjara' di Rutan

CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 08:36 WIB
Ahok Bentuk 'Band Teman Penjara' di Rutan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengisi waktunya selama di penjara dengan berbagai kegiatan. Rekan Ahok, Djarot Saiful Hidayat mengatakan salah satu aktivitas Ahok di penjara, ialah bermain musik.

Bahkan, kata Djarot, Ahok membentuk sebuah band dipenjara bersama para tahanan dan polisi penjaga tahanan lainnya.

"Dia bikin band kan, Band Teman Penjara alias BTP namanya," kata Djarot di Jakarta, Selasa (22/1) malam.


Diakui Djarot, Ahok tak terlalu mahir di bidang musik. Namun, sejak dalam tahanan Ahok mengasah kemampuan musiknya dengan anggota band yang berisikan lima personel.

"(Suaranya) Memang jelek. Justru itu daya tariknya. Dia jadi vokalis dan beberapa kali katanya latihan," ujar Djarot sambil tertawa.
Ada sejumlah alat yang dimainkan secara sederhana, mulai dari gitar hingga cajon (kahon) sederhana. Ada dua gitaris pula yang mengiringi band bentukan Ahok itu.

Djarot menyebut beberapa waktu BTP 'beraksi' di ruang transit di Mako Brimob.

"Dia latihan buat mengisi waktu. Vokalnya memang masih hancur tapi minimal tahu nada," tutur Djarot.

Lagu yang kerap dibawakan oleh BTP ialah The Beatles hingga lagu Rolling Stones. BTP juga beberapa kali menampilkan lagu milik penyanyi ternama Iwan Fals.
Selain nge-band, Ahok juga banyak membaca dan menulis selama menyelesaikan masa tahanan. Ahok setidaknya menulis dua atau tiga lembar ukuran A4 dalam sehari.Menurut Djarot, kegiatan Ahok ini berujung positif.

"Dari suasana yang dulunya dia sangat aktif, dikurung selama 21 bulan lebih. Dan tidak neko-neko, tidak pernah keluar ke mana. Dia tertutup seperti itu makanya aktivitasnya lebih banyak di olahraga, belajar, berdoa, terima tamu, balas surat itu, menulis," kata Djarot.

Ahok dipidana penjara selama dua tahun karena melakukan penistaan agama. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu terbukti melanggar pasal 156a KUHP dan bakal bebas besok, 24 Januari 2019.

Jelang bebas, Djarot mengungkapkan sengaja menjenguk untuk memberikan dukungan moral. Ahok, kata Djarot, sudah siap untuk kembali menghirup udara bebas.

"Menjelang dia bebas, saya sering ke sana menjenguk. Karena saya tahu psikologis seseorang kan kita sharing macam-macam. Karena bagaimana pun juga kita harus berikan penguatan," kata Djarot.
(ctr)