"Kami mengimbau kepada masyarakat di radius Gunung Agung (GA) agar tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas terkait kebencanaan tersebut," kata Pelaksana Tugas Sekretaris BPBD Provinsi Bali Made Rentin di Denpasar, Rabu (22/1) seperti dikutip dari Antara.
Ia mengatakan berdasarkan data dari pos pengamatan Gunung Agung, pasak bumi itu dalam sepekan ini kembali erupsi sekitar empat kali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, katanya, akibat saat ini curah hujan sedang tinggi maka abu yang dikeluarkan Gunung Agung juga dapat dihambat radius penyebarannya sehingga tidak meluas.
Erupsi gunung tertinggi di Pulau Bali itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi lebih kurang satu menit 56 detik.
Oleh karena itu, Made Rentin berharap kepada masyarakat di sekitar Gunung Agung maupun para pengunjung mematuhi imbauan zona steril yakni radius empat kilometer dari kawah.
Begitu juga bagi masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang airnya berhulu di Gunung Agung, agar mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.
Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang airnya berhulu di Gunung Agung.
Lihat juga:'Tersasar' di Geopark Pongkor |