FOTO: Cuaca Ekstrem Sulsel, 9 Tewas Ribuan Mengungsi

ANTARA FOTO, CNN Indonesia | Rabu, 23/01/2019 19:27 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Banjir melanda di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan. Sembilan orang dikabarkan tewas dan ribuan lainnya mengungsi karena rumah mereka terendam.

Cuaca ekstrem melanda sejumalh wilayah di Sulawesi Selatan. Curah hujan tinggi mengakibatkan banjir dan sungai meluap hingga mengenangi rumah-rumah warga. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang/wsj)
Wilayah di Sulsel yang diterjang banjir adalah Kabupaten Jeneponto, Takalar, Gowa, Maros, Pangkep dan Kota Makassar. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang/wsj)
Makassar menjadi wilayah yang paling parah terdampak. Sejumlah rumah terendam hingga atap hingga membuat warga mengungsi..(ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/ama)
Namun tak ada korban jiwa tercatat di Makssar. Air datang tiba-tiba karena pintu air bendungan Bili-bili dibuka. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/foc)
Air yang datang tiba-tiba membuat warga Makassar tak sempat menyelamatkan harta benda mereka. Kondisi paling parah terjadi di Perumahan Antang Makassar di mana yang terlihat hanya atap rumah warga. (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/aww)
Di Kabupaten Gowa, banjir melanda di sepanjang bantaran Sungai Jeneberang. Curah hujan tinggi membuat sungai meluap sehingga menggenangi permukiman warga. (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/foc)
Tim relawan mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Perumahan Bung Permai, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (23/1/2019). Ketinggian banjir di kawasan tersebut mencapai satu meter akibat meluapnya Sungai Tello. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/foc.
Sedangkan di Kabupaten Pangkajene Kepulauan dan Janeponto, banjir terjadi karena curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/foc)
Warga menelpon diatas rumahnya saat banjir di Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (23/1/2019). Akibat diguyur hujan dalam beberapa hari sejumlah daerah di Makassar terendam banjir. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/foc)
Sejumlah kecamatan di Kabupaten Gowa dilaporkan sempat terisolasi karena jalan putus akibat banjir. Saat ini tim gabungan sudah bisa menembus wilayah tersebut.  (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/foc)