Kepala Basarnas M Syaugi tidak merinci berapa banyak permintaan anggaran yang diajukan pihaknya. Namun dia mengaku saat ini Basarnas hanya mendapatkan Rp2 triliun. Padahal dana yang dibutuhkan pun mencapai Rp4,5 triliun.
Meski jauh dari target, Syaugi mengaku tak tahu alasan Kementerian Keuangan menetapkan anggaran hanya Rp2 triliun tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syaugi menjelaskan salah satu hal yang paling signifikan dari penambahan anggaran adalah berkaitan dengan pengadaan kapal, helikopter dan truk yang berguna untuk evakuasi korban bencana.
"Kami tetap masih merasa perlu penambahan anggaran karena sesuai restra kita masih ada beberapa hal yang belum terpenuhi sampai restra akhir 2019," ujarnya.
"Yang jelas pembelian kapal dan helikopter itu yang sangat mendukung dalam rangka evakuasi korban, termasuk SDM kita masih kurang. Ini mudah-mudahan bisa ditingkatkan ke depan," lanjutnya.
Dalam rapat kerja dengan Komisi V, Syaugi mengungkapkan bahwa Basarnas pada tahun 2018 mendapatkan anggaran sebanyak Rp2,235 triliun. Dari jumlah tersebut dapat diserap sebanyak 97,6 persen atau Rp2,181 triliun.
Penggunaan anggaran itu pun paling besar dialokasikan untuk pengadaan helikopter dan kapal besar. Selain itu sisa anggaran juga disebut Syaugi sudah dikembalikan ke kas negara.
"Itu semua sudah kita gunakan, tadi sudah saya sampaikan kepentingan-kepentingan Basarnas tentunya pembelian kapal, kapal yang besar, kemudian helikopter kemudian truk tentunya dalam rangka penugasan-penugasan operasi SAR sudah kita belanjakan," tuturnya.
Lihat juga:DPR Berencana Naikkan Anggaran untuk BMKG |