"Saya dapat tugas untuk dalam waktu satu bulan menuntaskan semua ini untuk diajukan ke pemerintahan pusat, baik detail perhitungannya, detail rencananya," tutur Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (28/1).
Anies mengungkapkan sebelum diputuskan membuat rencana pembangunan sistem transportasi untuk 10 tahun ke depan, sempat ada wacana agar pembangunan tersebut dikerjakan secara bertahap selama 30-40 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan begitu, Anies menyebut rencana pembangunan tak sekadar mempertimbangkan integrasi antarmoda transportasi tetapi juga mendekatkan moda transportasi ke permukiman warga.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyampaikan dalam jangka waktu 10 tahun tersebut juga akan dibangun jalur kereta layang yang diharapkan bisa mempersingkat waktu tempuh kereta di dalam kota.
Nantinya, Stasiun Manggarai akan dijadikan sebagai tempat transit atau pemberhentian kereta api antar kota.
"Jadi (kereta) dari luar masuknya ke Manggarai, dalam kota akan berputar secara terus menerus dan itu dinaikkan ke atas sehingga tidak mengganggu lalu lintas," ucap Anies.
Lebih dari itu, Anies menyampaikan proses pembangunan jalur kereta layang akan dimulai di Jakarta baru dikembangkan ke daerah sekitar seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
"Jadi begitu banyak moda angkutan ada kereta api, MRT, LRT, busway, bagaimana menyinkronkan itu dalam satu operasional," ujar JK usai rapat tentang transportasi Jabodetabek di kantor Wapres, Jakarta.
JK menyebut upaya pembenahan transportasi ini harus dibarengi pula dengan penataan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Di sejumlah daerah penyangga Jakarta, kata JK, juga harus dibangun sistem agar saling terintegrasi.
"Kita lihat bukan hanya transportasi yang harus diselesaikan, rencana tata kota seperti permukiman, daerah yang harus dikembangkan dan juga hubungannya dengan kota lain supaya terkonsentrasi," tuturnya. (dis/wis)