Hal itu ia katakan untuk merespons tuduhan dari kubu Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga di media sosial (medsos) bahwa dirinya ialah penyebar tabloid Indonesia Barokah.
"Di medsos malah saya bilangnya [sebagai penyebar]. Demi Allah, saya bukan pembuat Tabloid Indonesia Barokah untuk kalangan pesantren. Menyebut demi Allah ini tidak main-main," kata Ipang dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (29/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Website itu, kata dia, dibuat dengan tujuan agar setiap orang bisa berkontribusi menyumbangkan gagasan kreatifnya untuk dakwah bagi masyarakat.
[Gambas:Twitter]
Meski begitu, putra dari Tokoh Nahdhatul Ulama, Solahuddin Wahid, itu menegaskan situs tersebut tak memiliki kaitan dengan Tabloid Indonesia Barokah.
Ipang pun turut mengklarifikasi soal identitas kepemilikan server situs indonesiabarokah.com yang diganti usai kabar tersebut marak di media sosial.
Diketahui, server situs Indonesiabarokah.com berasal dari dari supercp.com dengan email terdaftar [email protected]. Akan tetapi, server itu telah berubah menjadi digitalocean.com dengan email terdaftar [email protected].
Lantas, stafnya tersebut mengizinkan karena tujuan para relawan itu untuk tujuan kebaikan melalui dakwah kepada masyarakat.
"Jadi, pembelian server tidak ada serta merta dibeli untuk pembuatan website. Karena memang digunakan untuk kegiatan kantor secara general," kata dia.
Kondisi Jalan Haji Kenkemi, Rawa Bacang, Pondok Melati, Bekasi, yang nama jalannya mirip dengan alamat redaksi Indonesia Barokah yang tercantum di halaman tabloid itu, yakni Jalan Haji Kerenkemi, Rawa Bacang, Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi. |
"Itu adalah reaksi kawan-kawan pembuat website yang panik, takut menyusahkan Mas Ipang. Dan mereka pun, langsung mengganti servernya ke server mereka sendiri," kata dia.
Ipang menyatakan dirinya tak terima bila disebut sebagai penebar fitnah ditengah-tengah masyarakat jelang Pilpres 2019.
Ia lantas mempersilakan BPN Prabowo-Sandiaga dan masyarakat luas untuk melihat website Indonesia Barokah. Ipang mengklaim isi website tersebut hanya berisi konten dakwah yang jauh dari fitnah.
Melihat hal itu, Ipang lantas mengajak kepada seluruh pihak untuk menciptakan Pilpres yang sejuk dan jauh dari fitnah.
"Jadi, saran saya mari kita jaga pilpres yang sejuk dan hindari prasangka apalagi fitnah," tutupnya.
(arh)
Kondisi Jalan Haji Kenkemi, Rawa Bacang, Pondok Melati, Bekasi, yang nama jalannya mirip dengan alamat redaksi Indonesia Barokah yang tercantum di halaman tabloid itu, yakni Jalan Haji Kerenkemi, Rawa Bacang, Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi.