Ipang Wahid Bersumpah Bukan Pembuat Tabloid Indonesia Barokah

CNN Indonesia | Selasa, 29/01/2019 10:29 WIB
Ipang Wahid Bersumpah Bukan Pembuat Tabloid Indonesia Barokah Petugas Bawaslu menunjukkan tabloid Indonesia Barokah di Kantor Bawaslu Kota Tegal, Jawa Tengah, Jumat (25/1). (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Direktur Komunikasi Politik Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ipang Wahid, bersumpah bahwa dirinya bukan pembuat Tabloid Indonesia Barokah. Ia mengaku hanya membuat konten untuk Indonesiabarokah.com namun tak terkait dengan tabloid Indonesia Barokah.

Hal itu ia katakan untuk merespons tuduhan dari kubu Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga di media sosial (medsos) bahwa dirinya ialah penyebar tabloid Indonesia Barokah.

"Di medsos malah saya bilangnya [sebagai penyebar]. Demi Allah, saya bukan pembuat Tabloid Indonesia Barokah untuk kalangan pesantren. Menyebut demi Allah ini tidak main-main," kata Ipang dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (29/1).


Lebih lanjut, Ipang mengakui bahwa dirinya hanya membuat konten kreatif berupa website bernama Indonesiabarokah.com.

Website itu, kata dia, dibuat dengan tujuan agar setiap orang bisa berkontribusi menyumbangkan gagasan kreatifnya untuk dakwah bagi masyarakat.

"Saya hanya membuat konten kreatif untuk Indonesia Barokah. Yang mana IB [Indonesia Barokah] itu adalah open platform, dimana semua orang bisa berkontribusi menyumbangkan konten kreatifnya selama tujuannya untuk kebaikan. Message-nya, salah satunya adalah melarang fitnah, hoax, ujaran kebancian dan lain-lain," kata dia.


Meski begitu, putra dari Tokoh Nahdhatul Ulama, Solahuddin Wahid, itu menegaskan situs tersebut tak memiliki kaitan dengan Tabloid Indonesia Barokah.

Ipang pun turut mengklarifikasi soal identitas kepemilikan server situs indonesiabarokah.com yang diganti usai kabar tersebut marak di media sosial.

Diketahui, server situs Indonesiabarokah.com berasal dari dari supercp.com dengan email terdaftar nizar@ipangwahid.com. Akan tetapi, server itu telah berubah menjadi digitalocean.com dengan email terdaftar hostmaster@indonesiabarokah.com.

Ia bercerita bahwa terdapat relawan yang berniat untuk meminjam server milik salah satu stafnya bernama Nizar untuk membuat website bernama Indonesia Barokah.

Lantas, stafnya tersebut mengizinkan karena tujuan para relawan itu untuk tujuan kebaikan melalui dakwah kepada masyarakat.

"Jadi, pembelian server tidak ada serta merta dibeli untuk pembuatan website. Karena memang digunakan untuk kegiatan kantor secara general," kata dia.

Kondisi Jalan Haji Kenkemi, Rawa Bacang, Pondok Melati, Bekasi, yang nama jalannya mirip dengan alamat yang tercantum di halaman tabloid itu, yakni Jalan Haji Kerenkemi, Rawa Bacang, Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi.Kondisi Jalan Haji Kenkemi, Rawa Bacang, Pondok Melati, Bekasi, yang nama jalannya mirip dengan alamat redaksi Indonesia Barokah yang tercantum di halaman tabloid itu, yakni Jalan Haji Kerenkemi, Rawa Bacang, Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi.
Ipang pun melanjutkan bahwa alamat email server tersebut diganti karena teman-teman pembuat situs itu merasa panik dan tak ingin menyusahkan dirinya usai kabar itu merebak di masyarakat.

"Itu adalah reaksi kawan-kawan pembuat website yang panik, takut menyusahkan Mas Ipang. Dan mereka pun, langsung mengganti servernya ke server mereka sendiri," kata dia.

Ipang menyatakan dirinya tak terima bila disebut sebagai penebar fitnah ditengah-tengah masyarakat jelang Pilpres 2019.

Ia lantas mempersilakan BPN Prabowo-Sandiaga dan masyarakat luas untuk melihat website Indonesia Barokah. Ipang mengklaim isi website tersebut hanya berisi konten dakwah yang jauh dari fitnah.

"Fitnah itu adalah saat Pak Prabowo bilang Menteri Keuangan adalah menteri pencetak uang, itu adalah fitnah," kata dia.

Melihat hal itu, Ipang lantas mengajak kepada seluruh pihak untuk menciptakan Pilpres yang sejuk dan jauh dari fitnah.

"Jadi, saran saya mari kita jaga pilpres yang sejuk dan hindari prasangka apalagi fitnah," tutupnya.

(arh)