Ma'ruf: Yang Tak Percaya Jokowi Bangun Indonesia Itu Ngigau

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 02/02/2019 12:40 WIB
Di hadapan peserta Istighosah Bersama Warga Nahdliyyin, Ma'ruf Amin menyebut Presiden Jokowi punya banyak bukti telah membangun Indonesia. Cawapres Ma'ruf Amin menghadiri istigasah untuk bangsa dalam rangka Harlah Nahdlatul Ulama (NU) di gelanggang Remaja Senen, Jakarta, Sabtu, (2/2). (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Calon wakil presiden nomor urut 01 di Pilpres 2019 Ma'ruf Amin menyatakan Presiden Joko Widodo sudah banyak memberikan bukti-bukti dalam membangun Indonesia, salah satunya melalui pembangunan jalan tol.

Hal itu Ma'ruf sampaikan saat mengisi acara Istighosah Bersama Warga Nahdliyyin di Gelanggang Remaja Senen, Jakarta, Sabtu (2/2).

"Beliau [Jokowi] sudah bangun jalan tol, tol Jawa. Ente kalau pulang ke Jawa naik tol enak atau tidak? (dijawab peserta: Enak). Kalau yang bilang tidak ada, itu berarti itu tidur. Tidur, begitu bangun mengingau 'enggak ada tuh'. Karena tidur enggak bangun-bangun," kata Ma'ruf.

Selain jalan tol, Ma'ruf mengatakan pemerintahan Jokowi juga sudah memperbaiki mutu pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP).


"Kalau bilang enggak ada, berarti dia mengingau. Bangun, eh bangun," ujar Ma'ruf.

Begitu pula halnya dengan program Jokowi lain seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) maupun program keluarga harapan (PKH) yang menjadi bukti mantan Wali Kota Solo itu bekerja.

"Itu pada periode pertama, pada periode kedua Insyallah akan lebih diperbesar lagi," katanya.

Pada periode kedua, Ma'ruf berjanji dia dan Jokowi akan memaksimalkan sekaligus menyempurnakan program-program yang sudah dijalankan selama ini.

Untuk itu, dia meminta dukungan agar pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf dapat terpilih pada pPlpres 2019. Hal ini untuk memastikan program yang sudah berjalan dapat diteruskan.

"Mudah-mudahan Indonesia ke depan akan menjadi Indonesia yang maju dan sejahtera. Tidak ada lagi kesenjangan dan ketimpangan dari miskin dan kaya. Jangan sampai kaya terlalu kaya, miskin terlalu miskin," katanya.
(swo/vws)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK