PKS Tak Khawatir dengan Pergerakan GARBI

CNN Indonesia | Sabtu, 02/02/2019 18:50 WIB
PKS Tak Khawatir dengan Pergerakan GARBI Wakil Ketua Dewan Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (CNN Indonesia/Abi Sarwanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wakil Ketua Dewan Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKSHidayat Nur Wahid tidak khawatir dengan Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) di berbagai daerah. Menurutnya solidaritas PKS tidak akan terganggung karena sudah terbiasa menyelesaikan masalah.

"Enggak (khawatir solidaritas terganggu), PKS sangat terbiasa dengan dinamika internal dan eksternal. Kami sangat terbiasa menyelesaikan masalah internal dengan cara biasa kami," kata Hidayat di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (2/2).

Para petinggi PKS saat ini menganggap GARBI adalah gerakan yang merongrong. Bahkan mereka menganggap GARBI bakal mengkudeta kepengurusan partai saat ini


"Saya tidak yakin pak Anis Matta dalam posisi menggembosi PKS. Kalau pun misal beliau jadi penggagas GARBI, saya tidak yakin posisi dia menggembosi PKS, karena beliau pernah jadi presiden PKS," kata Hidayat.

Hidayat menjelaskan kesolidaritasan PKS saat ini bisa diukur dari penyelenggaraan kampanye yang selalu semarak dan kepercayaa publik yang meningkat berdasarkan sejumlah lembaga survei.

"Baru kali ini PKS sebelum pemilu sudah dinyatakan lolos ambang batas parlemen. Disebutkan oleh survei Indobarometer, Warung Kopi, LSI Denny JA, menyatakan PKS sudah di atas 4,2 persen," kata Hidayat.

Ia menjelaskan dulu PKS tidak pernah dinyatakan sebagai partai yang melewati ambang batas sebelum pemilihan. Pencapaian tahun ini menjadi bukti bahwa kehadiran GARBI tidak mengganggu PKS.

"Karena PKS adalah bagian dari umat, pemilih terbesar PKS bukan kader, kalau kawan-kawan GARBI dari PKS. Maka pemilih terbesar di PKS asalah umat, termasuk warga non muslim," kata Hidayat.

GARBI merupakan gerakan yang digagas oleh mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta. Gelombang deklarasi organisasi relawan bentukan Anis Matta mulai muncul di sejumlah daerah sejak awal-awal 2018

Sejak terbentuk GARBI terus melebarkan sayap hingga ke berbagai daerah. Tercatat saat inisudah ada di enam daerah, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bali, Bandar Lampung, Bekasi, dan Kampar.

Gerakan ini adalah wujud pertentangan antarfaksi di dalam PKS. Kelompok yang dianggap loyal kepada Anis Matta banyak yang dicopot dari struktur kepengurusan PKS di pusat maupun daerah, karena dicurigai terlibat dalam gerakan itu. (adp/eks)