Laporkan BTP Mania, PA 212 Klaim Sesuai Instruksi Jokowi

CNN Indonesia | Senin, 04/02/2019 21:13 WIB
Laporkan BTP Mania, PA 212 Klaim Sesuai Instruksi Jokowi Ketua PA 212 Slamet Maarif dukung Ketua BTP Mania dipolisikan. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan pihaknya mendukung langkah Eka Gumilar yang melaporkan Ketua BTP Mania Imanuel Ebenezer ke Polda Metro Jaya.

Slamet mengamini telah banyak laporan yang mandek atau tidak diproses. Namun, Slamet tak mempersoalkan. Dia mengatakan pelaporan tetap dilakukan karena Presiden Joko Widodo kerap menyarankan agar melaporkan segala hal yang dinilai ganjil.

"Kan kata Pak Presiden ya laporin," ucap Slamet saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (4/1).


Slamet mengatakan bahwa pihak pelapor, yakni Eka Gumilar, bukan pengurus PA 212. Hanya sebagai alumni aksi 212 pada 2016 silam.


Meski begitu, Slamet enggan menghalang-halangi. Dia mengatakan setiap orang berhak untuk mengajukan laporan. Termasuk Eka.

"Kan melapor hak pribadi masing masing jadi siapapun alumni boleh melapor dan kita dukung," ujar Slamet.

[Gambas:Video CNN]

Sebelumnya, Alumni aksi 212 atas nama Eka Gumilar melaporkan Immanuel Ebenezer yang merupakan Ketua Jokowi Mania itu ke Polda Metro Jaya. Dia merasa keberatan dengan pernyataan Immanuel di salah satu stasiun televisi swasta yang menyebut alumni 212 penghamba uang.

"Harapan besar kami, setelah Ahmad Dhani ya Prabowo masuk penjara. Kan kita enak lihatnya ya, ketemu reunian gitu lho. Seharusnya kelompok wisatawan 212 bergerak dong. Di sidang tidak hadir, masuk penjara tidak hadir. Jadi lucu di mana solidaritasnya mereka," tutur Immanuel beberapa waktu lalu di stasiun televisi swasta .

"Ini kan kelompok penghamba uang semua nih. Tuan-tuan mereka kan duit. Kita tahu sekali kalau tuan-tuan mereka duit. Mereka hanya diperintah oleh duit. Kalau tidak ada duitnya saya yakin enggak ada," ucapnya.

Atas ucapannya itulahImmanuel dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Eka. Laporan diterima dengan nomor LP/701/II/2019/OMJ/Dit.Reskrimum tertanggal 4 Januari 2019. Eka menilaiImmanuel melanggar Pasal 156KUHP tentang penghinaan terhadap kelompok atau agama.
(bmw/DAL)