Kata Prabowo, pencalonannya saat ini memang paket hemat, karena tak punya banyak biaya untuk kampanye.
"Saya berterima kasih dan saya umumkan ke semua, saya enggak mampu keluarkan uang makanya ada yang katakan kok enggak ada baliho Prabowo-Sandi. Jadi saya minta maaf saya enggak bisa bagi kaus ke kalian," kata Prabowo saat melakukan orasi di hadapan buruh, di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya percaya sampai sekarang bahwa rakyat Indonesia tidak bodoh sudah tidak mau dibohongi lagi, kalau ada yg bagi-bagi uang terima, itu uang rakyat kalau digelontorkan semua fasilitas terima, itu milik rakyat tidak usah terlalu berutang budi, coblos hati nurani," kata dia.
"Saya sulit, enggak bisa dapat pinjaman uang di bank, di luar negeri juga susah, jual aset pun susah, teman-teman saya, juga Sandi."
Dia mempertanyakan kenapa dia dan masyarakat sering mengalami kesulitan di negeri sendiri. Dia pun kemudian menyindir bahwa negara ini kemungkinan sudah dikuasai genderuwo seperti yang pernah diungkapkan Presiden Joko Widodo alias Jokowi sebelumnya.
"Ini negara punya siapa, punya genderuwo katanya," ujar Prabowo.
Seketika ruangan riuh oleh tepuk tangan dari para buruh yang hadir. Mendengar hal itu, Prabowo kemudian melanjutkan pidatonya.
"Hei elite, kau yang berkuasa, elite Indonesia, saya jelek begini pernah pertaruhkan nyawa untuk negeri ini. Sorry saja aku pinjam uang enggak dilayani, aku enggak apa-apa, tapi itu orang-orang yang tukang ngemplang utang rakyat dikasih lagi," katanya.
[Gambas:Video CNN] (tst/ugo)