Panelis Debat Diikat Pakta Integritas Kerahasiaan Pertanyaan

CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 17:33 WIB
Panelis Debat Diikat Pakta Integritas Kerahasiaan Pertanyaan Ketua KPU Arif Budiman memastikan kerahasiaan pertanyaan untuk debat capres kedua 17 Februari mendatang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan delapan panelis dan dua moderator akan menandatangani pakta integritas untuk tidak membocorkan pertanyaan debat capres kedua Pemilu 2019.

Arief menyampaikan hal ini menyusul kesepakatan KPU dan dua tim sukses untuk tidak lagi membocorkan materi debat seperti debat pertama.

"Ini rahasia, sangat rahasia bahkan, panelis dan moderator akan menandatangani pakta integritas untuk tidak membocorkan bahasan, atau proses pembahasan dan rumusan narasi pertanyaan ke pihak luar," kata Arief saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (6/2).



Selain moderator dan panelis, hanya Arief yang akan mengetahui bocoran debat. Arief mengaku akan mengecek materi debat di saat akhir dan meyakinkan tidak akan membocorkan hal tersebut.

Arief menyebut keputusan itu sudah disetujui oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Pakta integritas akan ditandatangani akhir minggu ini bersamaan dengan finalisasi materi debat.

"Jumat besok kita akan berencana melakukan FGD dari beberapa kelompok organisasi, kelompok masyarakat bersama beberapa panelis. Kemudian Jumat malam atau Sabtu, panelis bersama moderator akan mengkonkretkan atau merumuskan narasi yang akan disampaikan pada saat debat," tutur dia.


[Gambas:Video CNN]
Arief mengonfirmasi debat kedua masih akan menerapkan format yang sama dengan debat pertama. Namun ada perubahan di segmen empat.

Pada segmen tersebut akan digelar debat eksploratif di mana kedua kandidat akan berdebat tanpa batasan waktu. Dalam rentang waktu 16 menit, moderator akan memandu kedua kandidat untuk saling mengasah gagasan.

"Nanti kita akan putar film sesuai tema. Jadi nanti ada infrastruktur, energi, pangan, SDA, lingkungan kita ambil satu film acak, terus diputar. Masing-masing pihak dikasih waktu untuk menanggapi, kemudian saling menanggapi respons yang sudah diberikan," Arief menjelaskan.

Debat kedua akan digelar 17 Februari 2019 di Hotel Sultan, Jakarta. Debat akan dipandu Tommy Tjokro dan Anisha Dasuki. Tema yang diangkat dalam debat kali ini adalah energi, pangan, infrastruktur, lingkungan hidup, dan sumber daya alam. Debat kali ini hanya diperuntukkan untuk capres, tanpa didampingi oleh masing-masing cawapresnya.


Kecewa tak ada panelis dari Indonesia timur
Sementara itu, TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin menyatakan kecewa karena KPU tidak mengakomodasi usul mereka agar ada perwakilan Indonesia timur dalam tim panel debat capres kedua Pemilu 2019.

Wakil Direktur Bidang Saksi TKN Jokowi-Ma'ruf, Lukman Edy mengatakan perwakilan Indonesia timur dibutuhkan karena tema yang diangkat.

"Kami setengah kecewa karena tidak diakomodir panelis dari timur Indonesia. Kami sudah usulkan mengundang panelis dari Universitas Cendrawasih, Hasanuddin, atau Sam Ratulangi karena tema yang kita bahas debat kedua nanti adalah tema yamg umumnya berkenan dengan timur Indonesia," kata Lukman, Rabu.


Panelis Debat Diikat Pakta Integritas Kerahasiaan PertanyaanMuhammad Lukman Edy. (CNN Indonesia/Ramadhan Rizki Saputra)

Seperti diketahui, KPU telah menunjuk delapan panelis, yaitu Prof Ir Joni Hermana (Rektor ITS), Dr Arif Satria (Rektor IPB), Nur Hidayati (Direktur Eksekutif WALHI), Prof Dr Ir Irwandy Arif (Ahli pertambangan ITB), dan Ahmad Agustiawan (Pakar Energi UGM).

Lalu ada Sudharto P Hadi (Pakar Lingkungan Undip), Dewi Kartika (Konsorsium Pengembangan Agraria/KPA), dan Dr Suparto Wijoyo (Pakar Hukum Lingkungan Unair).

Selain itu, Lukman menyampaikan pihaknya juga kecewa karena KPU tidak menambah durasi kandidat untuk berbicara.


Seperti diketahui, debat akan berjalan 94 menit dan dibagi ke dalam enam segmen. Sementara dalam mengungkap gagasan, kandidat dibatasi waktu 1 menit untuk bertanya dan menanggapi, sedangkan untuk menjawab dibatasi waktu 2 menit.

"Kami menilai masih terlalu pendek waktunya, tidak memberi kesempatan kepada paslon untuk eksplor jawabannya sehingga memberikan edukasi lebih kepada masyarakat," tuturnya.

Meski begitu, ujar Lukman, TKN Jokowi-Ma'ruf tetap akan mendukung semua kebijakan KPU dalam perumusan debat capres kedua Pemilu 2019.

(dhf/ain)