Jokowi Minta Gunakan Hak Pilih Meski Akui Golput Pilihan

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 03:41 WIB
Jokowi Minta Gunakan Hak Pilih Meski Akui Golput Pilihan Presiden Jokowi meminta masyarakat tidak golput. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Walaupun mengakui golput alias golongan putih adalah pilihan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019.

"Oleh sebab itu tadi saya menyampaikan itu untuk mendorong agar yang namanya golput itu tidak ada," kata Jokowi usai Peringatan Imlek Nasional 2019, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (7/2).

Jokowi menyebut arah negara ke depan ditentukan oleh masyarakat yang menentukan pilihan.


"Sekali lagi golput pilihan, tetapi arah negara ke depan itu ditentukan oleh hak pilih yang datang ke TPS," ujarnya.

Calon presiden petahana itu kembali meminta kepada masyarakat untuk datang ke TPS pada 17 April. Jokowi pun mengimbau masyarakat masyarakat tak perlu takut jika hendak datang ke TPS karena TNI serta Polri akan memberikan jaminan keamanan.

"Ya kita ingin mendorong ke seluruh warga agar 17 April 2019 itu semuanya berbondong-bondong ke TPS, menggunakan hak pilihnya," kata dia.

Jokowi kembali maju sebagai calon presiden dengan menggandeng Ketua MUI Ma'ruf Amin. Pasangan Jokowi-Ma'ruf bakal melawan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai golput merupakan hak tiap warga negara. Ia menyatakan tak ada konsekuensi hukum bagi pemilih yang golput dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.

"Sistem pemilu kita itu hak, bukan kewajiban. Jadi kalau golput juga tidak melanggar apa-apa," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Rabu (6/2).

[Gambas:Video CNN] (fra/arh)