Erupsi Gunung Karangetang, Tanggap Darurat Ditetapkan

osc, CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 10:21 WIB
Erupsi Gunung Karangetang, Tanggap Darurat Ditetapkan Gunung api Karangetang memuntahkan lava pijar di Siau kepuluan Sitaro. (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar).
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten Siau Tagulandang Biaoa (Sitaro), Sulawesi Utara telah menetapkan status tanggap darurat bencana akibat erupsi Gunung Karangetan. Penetapan ini situasi dan kondisi riil di lapangan, rekomendasi dari PVMGB dan hasil rapat koordinasi antar SKPD, Kantor Pengamatan Gunung Karangetang dan BNPB.

Diketahui gunung api setinggi 1.827 meter itu erupsi sejak beberapa hari lalu. Aktivitas vulkanik Karangetang kemudian terus meningkat, sehingga Pemkab Sitaro menetapkan status tanggap darurat sejak Rabu (7/2) malam.

"Penetapan tanggap darurat ini berlaku 7 hari dari 6 sampai 12 Februari. Bila dipandang perlu, status ini dapat ditinjau kembali sesuai kebutuhan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/2).


Akibat erupsi ini, Pemkab Sitaro melakukan evakuasi terhadap 132 warga atau 77 kepala keluarga di Kampung Niambangen ke pos pengungsian di daerah Paseng yang berada tepat di kompleks perumahan bupati.

Sejauh ini kebutuhan mendasar seperti matras untuk pengungsian sudah dipenuhi. Tim kesehatan juga sudah di pos pengungsian untuk pemeriksaan kesehatan pengungsi. Sedangkan Dinas Sosial sudah menempatkan dapur umum dengan perlengkapan alat masak dan bahan makanan.

Erupsi Gunung Karangetang mulai terjadi pada Sabtu (2/2). Berdasarkan pengamatan sekitar pukul 10.45 WITA, teramati guguran lava mengalir ke Kali Batuare sejauh lebih kurang 2.000 meter dari kawah dua. Guguran lava juga mengalir ke Kali Melebuhe sejauh 2.500 meter dari kawah dua.

(osc/osc)