Eks Komisaris BUMN: Jokowi Sibuk Bangun Jalan Tol Komersial

CNN Indonesia | Sabtu, 09/02/2019 18:48 WIB
Eks Komisaris BUMN: Jokowi Sibuk Bangun Jalan Tol Komersial Said Didu. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan sekretaris kementerian BUMN Said Didu mengkritik model pembangunan infrastruktur pemerintah Joko Widodo.

Ia menilai, selama empat tahun memerintah, Jokowi lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur komersial daripada membangun infrastruktur dasar untuk rakyat.

Hal itu seperti disampaikan Said dalam diskusi 'Visi Misi Indonesia Menang, Kebijakan Prabowo-Sandi untuk Energi, SDA dan Infrastruktur' di Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Jumat (8/2).


Said sendiri sebelumnya menjabat sebagai salah satu komisaris di PT Bukit Asam (Persero) namun kemudian diberhentikan pada akhir 2018. Dia juga sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN.

"Selama ini Jokowi sibuk bangun tol, bangun LRT, MRT, itu untuk kepentingan komersial. Sementara infrastruktur dasar untuk rakyat seperti rumah murah, gedung sekolah, puskesmas, enggak tersentuh. Ada bangun jalan umum, tapi di perbatasan, tidak ada yang lewat. Sementara jalan lintas Sumatera tidak dibangun, padahal sangat dibutuhkan," kata Said.

Said mengatakan, pembangunan infrastruktur pemerintahan Jokowi selama ini terkesan ugal-ugalan dan demi pencitraan politik. Karenanya infrastruktur dibanguan tanpa perencanaan yang baik.

Mahalnya tarif tol trans Jawa disebut Said sebagai salah satu contoh kasus bahwa pembangunan infrastruktur era Jokowi tidak direncanakan dengan baik dan mengabaikan uji kelayakan.

"Belum lagi proyek LRT yang dianggap layak kalau tiketnya Rp45.000 sekali jalan. Lalu siapa nanti yang pakai moda transportasi ini. Sopir-sopir dan pengusaha logistik sudah teriak karena tarif tol mahal, sekarang manfaat untuk rakyat apa?" kata Said.

Pada akhirnya, lanjut Said, beban pembangunan infrastruktur komersil yang mengabaikan uji kelayakan ini berada di pundak sejumlah BUMN.


Dia menilai utang sejumlah BUMN khususnya bidang konstruksi diketahui membengkak lantaran membangun proyek ambisius ini, sementara rakyat tidak merasakan dampak positif dari pembangunan.


Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebelumnya berpendapat orang yang kerap menyebarkan isu miring mengenai pembangunan infrastruktur pemerintah merupakan orang egois. Menurutnya, hal itu merupakan upaya mendelegitimasi pembangunan infrastruktur.

"Pandangan saya pribadi kalau orang-orang yang seolah berpikir miring atas pembangunan infrastruktur, menurut saya, orang yang egois. Hanya pikirkan lingkungan sendiri enggak pikirkan sesungguhnya," kata Moeldoko di kawasan Kebon Sirih, Jumat.

Ia menegaskan pemerintahan Jokowi juga selama ini tak hanya membangun tol. Pemerintah menghubungkan seluruh wilayah Indonesia sehingga memberikan kemudahan masyarakat di segala sektor seperti sosial, ekonomi, dan kesehatan. (ugo)