Hal itu disampaikan Jokowi saat menghadiri Deklarasi Alumni Trisakti dan sejumlah perguruan tinggi lainnya di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Sabtu (9/2). Dia membantah bahwa dirinya merupakan antek asing.
Dia menuturkan dirinya menghadapi pelbagai tekanan politik sebelum Indonesia akhirnya menggenggam 51 persen saham PT Freeport. Jokowi secara berkelakar menyatakan keuntungan berbadan kurus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, dia juga menjelaskan bahwa Blok Mahakam maupun Blok Rokan pun sudah dikendalikan oleh Pertamina saat ini. Jokowi menegaskan dirinya akhirnya angkat suara karena terus dituduh antek asing.
Jokowi saat itu menyebut pengambilalihan saham ini merupakan momen bersejarah sejak PT Freeport Indonesia pertama kali beroperasi di Indonesia pada 1973. Selama bertahun-tahun, Indonesia hanya mengempit sekitar 9,36 persen saham Freeport Indonesia. (mts/asa)